Pembangunan Destinasi Wisata Palembang Tunggu Investor‎

Suasana coffe moorning yang diselenggarakan di rumah dinas walikota, Jumat (17/2).

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus memantapkan persiapan dalam rangka menyambut Asian Games 2018 mendatang. Pemantapan tersebut berkaitan dengan peningkatan dan pengembangan pariwisata Kota Palembang. Untuk pengembangan pariwisata sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berencana akan memperbaiki dan membangun sejumlah destinasi wisata baru.

Adanya rencana pembangunan daerah destinasi wisata baru di Kota Palembang tidak diiringi dengan modal yang mencukupi untuk melakukan pembangunan. Untuk itulah, Pemkot Palembang berencana meminta bantuan instansi terkait, guna memperlancar pembangunan destinasi wisata ini, baik berupa Build, Operare and Transfer (BOT), Corporate Social Responsibilty (CSR) maupun investasi.

“Alhamdulilah, rencana kita ini didukung oleh seluru stake holder di kota Palembang. Pemkot Palembang berkomitmen ingin mempercepat pembangunan khususnya pariwisata yang ada di kota Palembang. Terlebih lagi perhelatan Asian Games kian dekat,” ujar Walikota Palembang, Harnojoyo usai menggelar coffe moorning yang diselenggarakan di rumah dinas walikota, Jumat (17/2).

Harnojoyo menerangkan, setidaknya nanti ada 18 destinasi wisata yang siap dibangun setelah adanya bantuan dari seluruh stake holder. Diantaranya, penyediaan perahu serta tenda-tenda untuk terselenggaranya pasar terapung, sarana transportasi, pembuatan air mancur menari, tugu cempaka telok, tugu selamat datang, penataan pulau kemarau, dan pembangunan hotel di kawasan pinggiran sungai musi, dan beberapa destinasi wisata lainnya.‎

“Semoga saja, para stake holder yang hadir ini, cepat merespon rencana Pemkot, sehingga pembangunan tempat wisata ini cepat terealisasi,” tegasnya.‎

Harnojoyo menambakan, ada sekitar 1,5 juta lebih wisata yang berkunjung ke Kota Palembang dalam lima tahun terakhir.  Untuk itulah, Harnojoyo berharap agar ada partisipasi dari seluruh stake holder, dalam pengembangan destinasi wisata, untuk menarik para wisatawan.

“Terkhusus pada Asian Games dan penyelenggaraan moto GP mendatang, banyak wisawatawan yang datang, sehingga harus dimanfaatkan betul. Ketika wisatawan ini pulang, harus memiliki kesan dan kenangan akan kota Palembang,” ungkapnya.‎

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang, KM Isnaini Madani menjelaskan, dengan bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada, maka dapat menata kota Palembang menjadi rapi, dengan dana yang dikeluarkan oleh Pemkot Palembang dapat seminimal mungkin.

“Jadi dengan bantuan seluruh pihak, baik berupa BOT, CSR, maupun investasi, dana yang dikeluarkan Pemkot dapat seminimal mungkin,” terangnya.‎

Dari sekitar 18 destinasi wisata yang akan dibangun ini. Isnaini mengaku tak memfokuskan kepada salah satu destinasi wisata. Isnaini menyerahkan semua pembangunan tersebut kepada semua pihak yang akan melakukan pembangunan.

“Semua kita utamakan. Tapi memang untuk tahap awal ini, sekilas pasar terapung itu banyak yang tertarik karena biayanya yang kecil. Kalau yang untuk pulau kemarau, pembangunan hotel dengan jumlah investasi yang besar, tentu mereka akan melakukan kajian‎ dan rapat terlebih dahulu. Kita tunggu saja, kabar bahagia dari mereka,” tukasnya. (korankito.com/ria)