Ketolo Makanan Khas Palembang yang Nyaris Punah

Makanan khas Palembang Ketolo. Foto/Ria

Palembang – Ketolo makanan khas Palembang yang nyaris punah menjadi perhatian serius Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Wisata di Dinas Pariwisata Kota Palembang Maulidia Wahyuni mengungkapkan, pihaknya terus mengembangkan makanan khas Palembang yang hampir punah, salah satunya adalah makanan bernama Ketolo. “Mungkin sebagian orang bertanya, apa itu makanan yang bernama Ketolo. Bahkan, saat kita sajikan pada kegiatan Festival Film Indonesia (FFI)  2014 lalu, banyak yang bingung terhadap penganan yang menyerupai pempek keriting dan burgo tersebut,” ungkapnya, Jumat (17/2).

Ia menerangkan, Ketolo merupakan makanan yang terbuat dari tepung beras. Bentuknya pun menyerupai pempek keriting dan dimakan menyerupai burgo dengan dicampur kuah santan dan gula merah. “Bentuknya seperti pempek kerupuk. Dimana, keberadaanya di pasaran saat ini tidak ada lagi,” ujarnya.

Maulidia yang akrab di sapa Cek Ninik mengungkapkan, dari hasil penelusuran, ada dua lokasi yang masih melestarikan makanan langka ini yakni, di kawasan Kuto dan Seberang Ulu. Bahkan pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang memiliki keinginan untuk melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai jual pariwisata yang tinggi tersebut. “Sekarang kita data dulu, nanti akan kita bina dan keluarkan lagi makanan-makanan yang mulai langka tersebut,” tuturnya.

Sampai saat ini, dari total makanan khas Palembang yang hampir berjumlah 200 macam, sekarang ini tinggal sekitar 100 macam jenis makanan yang ada di pasaran. Itu yang bertahan adalah makanan yang masih favorit dan sering dipesan.

Dimana, dari penelusuran pihaknya, punahnya makanan khas Palembang, dikarenakam beberapa faktor, salah satunya adalah sulitnya mendapat bahan baku dan cara memasak yang harus menggunakan cara-cara tradisional. “Semua makanan yang hampir punah, akan kita lestarikan lagi. Salah satunya adalah Ketolo yang saat ini masih di lestarikan oleh salah satu keluarga di kawasan Seberang Ulu,” tukasnya. (korankiro.com/ria)