Satu Megalit Lahat Bakal Dipamerkan di Belgia

MEGALIT : Arca ibu menggendong anak asal Lahat satu dari ribuan koleksi museum Bala Putra Dewa Palembang. Megalit itu bakal di pamerkan di Belgia Oktober 2017. Foto/Eja

Palembang – Banyak artefak peninggalan peradaban zaman kuno bahkan pra sejarah yang terdapat di Kabupaten Lahat, salah satunya arca ibu menggendong anak asal Desa Tanjung Aro, Kecamatan Jarai yang menjadi koleksi Museum Bala Putera Dewa di Jalan Srijaya Palembang.

Menurut Kepala Museum Bala Putera Dewa Palembang Candra Amprayadi, arca batu seberat lebih satu ton tersebut bakal ditampilkan pada Festival Seni dan Budaya Europalia, Belgia selama empat bulan. ‘’Pameran tersebut diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai Oktober tahun ini hingga Januari 2018,’’ ujarnya kepada Korankito.com, Kamis (16/2).

Ia menjelaskan, arca bermakna kesuburan dan kasih sayang itu terpilih dari sekitar 300 koleksi y Menurut Candra, arca menggendong anak yang berasal dari Lahat ini sudah ada sejak museum berdiri yaitu pada 1984 silam. Sedikitnya ada 5.600 an koleksi peninggalan zaman kuno dari penjuru Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipamerkan di museum Bala Putera Dewa ini, bahkan 20 persen koleksinya berasal dari Bumi Seganti Setungguan. “Kalau arca itu kebanyakan dari Lahat dan Pagaralam, bahkan masih banyak peninggalan disana yang dapat kita lihat di sekitar pemukiman warga. Namun karena adanya UU Nomor 11/2010 tentang Cagar Budaya maka tidak bisa dibawa kesini,’’ paparnya saat menemani Ketua Cita Tenun Indonesia  Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa di Museum Bala Putra Dewa.

Sementara itu, Ketua Cita Tenun Indonesia Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa atau yang akrab di sapa Okke Rajasa menambahkan, dalam kunjungannya untuk mencari referensi penulisan bukunya mengenai perkawinan adat Sumsel yang akan dipublishnya kekancah internasional, dirinya mengaku sangat takjub dengan arca ibu menggendong anak tersebut. Dimana ia dapat merasakan bahwa sejak zaman dulu, kehidupan di Lahat sangat subur dan mencintai keluarganya.

“Yang kita tanggap adalah makna kasih sayang, kedekatan emosi antara ibu dan anak. Terlihat jelas jika disaat pembuatan arca tersebut Lahat berada dimasa kesuburannya baik. Saya juga senang arca ini dapat tampil Eropa sana, jadi semakin mengenalkan budaya peradaban di Indonesia, terutama di Lahat (Sumsel),” tambahnya sembari mempelajari sejarah penginggalan budaya Sumsel di Museum Bala Putera Dewa. (korankito.com/eja)