Polda Sumsel Gagalkan Peredaran Narkoba Dibalik Penjara

Palembang – Jajaran dari Unit Ditresnarkoba Polda Sumsel, berhasil menangkap EA (28) dan FP (28), seorang kurir narkoba lintas provinsi yang ternyata jalur peredarannya dikendalikan dari balik penjara.

Dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil mengamankan narkoba jenis sabu sebanyak 250 gram dan pil ekstasi sebanyak 1.232 butir warna merah muda motif LV dan biru motif kerang siap edar.

Bahkan, selain kedua tersangka itu, diamankan juga satu orang kurir di 17 ilir berinisal WD dengan barang bukti sabu seberat 50,19 gram.

Direktur Ditresnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Arya Dwiyanto mengungkapkan, penangkapan terhadap ketiga tersangka berawal dari pengembangan tersangka yang telah tertangkap, hasilnya hanya butuh waktu dua hari, petugas dapat menangkap tiga tersangka ini.

“Dua hari setelah kita melakukan penyelidikan, kita berhasil menangkap ketiganya. Berdasarkan informasi dari masyarakat, Senin dan Selasa kita berhasil menangkap ketiga tersangka dikediaman masing-masing,” ucapnya, Kamis (16/2).

Masih dikatakan Tomy, barang haram tersebut, beradal dari Aceh dan Medan. “EA dan FP dapat kiriman dari Aceh, Sedangkan WD dari Medan, ketiganya berperan sebagai kurir, setiap kali kirim ketiganya kerap mendapat upah sekitar Rp 5 juta dalam sekali antar.,” ujarnya.

Berdasarkan pengakuan EA dan FP barang tersebut dititipkan kepada keduanya, yang rencananya akan dikirim ke Lampung. “Dilampung sudah ada yang menunggu, ternyata setelah diselidiki EA dan FP suruhan seorang Napi yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Raja Basah Lampung, inisial AJ,” jelasnya.

Ketiga tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 112 ayat 2 undang-undang no 35 tahun 2009, dengan ancaman minimal kurungan penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati. (korankito.com/kardo)