Tagih Hutang, Eehhh Malah Diancam Pakai Celurit

Palembang – Jamila (42), harus lari tunggang langgang setelah dikejar oleh MR (40) dengan membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit, saat korban menagih hutang sebesar Rp 17,2 juta kepada tetangganya tersebut.

Kejadian itu akhirnya dilaporkan warga Jalan KI Mangku, Lorong Talang Karet, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I ini, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (14/2) siang.

Dihadapan petugas, Jamila menuturkan kejadian itu berawal saat ia mendapatkan uang dari hasil penjualan tanah waris milik suaminya. Lalu, datanglah terlapor menemui korban di rumahnya,  Jum’at (4/11) pukul 13.00.

“Dia datang ke rumah, menawarkan untuk membuka tambak ikan agar uang hasil penjualan tanah warisan itu tidak habis dengan sia-sia saja. Karena percaya, akhirnya saya mau,” ujar korban ketika dihadapan petugas.

Kemudian, terlapor MR kembali mendatanginya untuk menjual sepeda motor Yamaha Mio Soul seharga Rp 3,2 juta milik anaknya. Korban pun kembali mau membeli sepeda motor tersebut.

“Beberapa hari kemudian, dia datang lagi menawarkan kepada anak saya untuk membuat CV, minta uang sebesar Rp 5,3 juta. Nah, terakhir dia minta uang untuk balik nama motor yang saya beli,” katanya.

Namun, ketika korban mendatangi rumah terlapor untuk menanyakan hasil balik nama BPKB dan menagih uangnya, MR justru marah-marah dan mengejar menggunakan sajam celurit.

“Lihat dia bawa celurit, saya langsung melarikan diri. Sambil mengejar dia mengatakan akan membunuh saya, makanya saya lapor ke polisi. Saya harap dia cepat ditangkap oleh polisi,” harap Jamila.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Korban sudah membuat laporan kepada kita, dan akan segera kita selidiki,” tutup Marully. (korankito.com/denny)