Spesialis Bobol Rumah Dibekuk Polsek IB II

BOBOL RUMAH: Aheng (baju biru) diamankan di Polsek IB II setelah menjadi TO kasus pembobolan rumah kosong, Selasa (14/2). Foto/Kardo

Palembang – Aheng (25) terpaksa menginap di ‘Hotel Prodeo’ Polsek Ilir Barat (IB) II, Palembang setelah menjadi target operasi (TO) kasus pembobolan rumah di Jalan Manunggal, Kecamatan IB II, akhir tahun lalu.
Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Putri Dayang Rindu, Lorong Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang tersebut ditangkap berdasarkan informasi terekamnya tersangka dari kamera pemantau (CCTV) yang berada di rumah tersebut.
Diketahui, tersangka beraksi bersama keempat rekannya yakni PB, TF, TG, dan KI (DPO). Awalnya mereka berlima sedang berjalan menggunakan Mobil Xenia, dan saat melintas di depan rumah korban yang terlihat sepi. Lalu terbesit dari perkataan PB yang saat itu mengatakan untuk mencoba melakukan pembobolan di rumah korban yang saat itu sudah dalam kondisi gelap disertai hujan.
Saat itulah mereka berlima bermodalkan obeng langsung masuk ke rumah korban melalui jendela samping. Dikarenakan kondisi hujan lebat, penghuni rumah yang saat itu tertidur lelap tak menyadari jika mereka dengan leluasa menggasak barang-barang berharga yang ada di dalam rumah yang bernilai puluhan juta rupiah.
Di hadapan petugas, tersangka Aheng mengaku mendapati bagian sebesar Rp 3 juta dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Sesudahnya kami berbagi hasil pak dan saya Rp 3 juta, itu saya habiskan untuk biaya sehari-hari,” ungkap tersangka saat diamankan di Mapolsek IB ll Palembang, Selasa (14/2).
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan Satu unit laptop dan ponsel yang belum sempat diljual.
Sementra itu Kapolsek IB ll Kompol Mayestika didampingi Kanit Reskrim Ipda Joni Palapa menjelaskan, mendapati informasi tersebut polisi langsung menyelidiki CCTV dan mendapati salah satu pelaku yang diketahui bernama Aheng, hingga akhirnya tersangka pun berhasil ditangkap Senin saat tengah tertidur lelap. “Mendapati informasi dari CCTV kita langsung bergerak dan menangkap pelaku. Pelaku memang sudah kita targetkan. Dan saat mengetahui keberadaan pelaku, kita langsung menangkap pelaku dirumahnya. Akibat ulahnya, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” pungkas Joni.(korankito.com/kardo).