Dua Wanita Dihipnotis Serahkan Emas dan Uang

DIPNOTIS: Dua wanita warga Pemulutan, Ogan Ilir datangi Mapolresta Palembang, Selasa (13/2), melaporkan peristiwa yang dialaminya ketika dihipnotis pria tak dikenal. Foto/Denny

Palembang – Dua wanita datangi Mapolresta Palembang melaporkan peristiwa yang mereka alami ketika dihipnotis orang tak dikenal, Selasa (1/2).

Akibatnya korban mengalami kerugian seperempat suku emas dan uang Rp 200 ribu raib.
Kedua korban yakni Aminah (70) bersama Ernawati (46) tercatat sebagai warga Jalan Desa Sungai Rasau, Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Dihadapan petugas SPKT, korban Ernawati menuturkan, kejadian itu berawal ketika ia hendak menuju pangkal Jembatan Ampera dengan menumpang angkutan kota (angkot) jurusan Plaju-Ampera sekitar pukul 10.00.
Tak lama ia di dalam angkot tersebut, naiklah dua orang lelaki di kawasan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Kemudian, satu orang pelaku berpura-pura minta tolong kepada kedua wanita tersebut.
“Awalnya dia minta tolong untuk diantarkan ke Palembang Squere, katanya mau menemui saudaranya yang sudah menunggu disana,” ucapnya.
Lalu lelaki tersebut, lanjut korban, mengatakan baru saja membunuh selingkuhan pacarnya gara-gara cemburu. Oleh karena itu, pelaku membawa sejumlah uang dan emas untuk melarikan diri dari kejaran polisi.
“Dia bilang, habis membunuh orang, jadi butuh uang yang banyak untuk melarikan diri dari polisi. Makanya, dia mau menjual emas tersebut dan menawarkannya kepada saya,” tambah korban Ernawati.
Ketikan sedang menawarkan emas tersebuf, seorang pria yang diduga komplotan pelaku, berpura-pura membeli emas tersebut dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 5 juta dan diberikan kepada penjual.
“Seorang pria berbadan besar dan tinggi, pura-pura membeli emas itu, dan menyuruh saya membeli juga, katanya itung-itung membantu orang yang sedang kesusahan. Saya yakin, lelaki itu merupakan teman dia,” ujar korban.
Merasa kasihan dengan ucapan terlapor, korban pun mau membeli emas palsu seberat tiga suku tersebut. Namun, gara-gara tidak memiliki uang, ia memberikan cincin yang dikenakan ibunya Aminah dan Uang Rp 200 ribu.
“Karena kasihan pak, jadi kami kasih cincin emas yang emak saya pakai seperempat suku dan uang Rp 200 ribu pak. Kami mendapatkan emas tiga suku lengkap dengan surat-suratnya,” ungkap dia.
Namun, ketika korban mengecek emas tersebut ke toko emas di kawasan Pasar 16 Ilir, Ernawati baru mengetahui kalau emas yang dibelinya tersebut merupakan emas palsu. “Saya baru sadar, pas mengecek emas itu di toko emas, ternyata emas palsu. Saya seperti dihipnotis oleh mereka, mau menuruti apa yang mereka katakan. Saya berharap, pelaku cepat ditangkap Polisi,” harapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marruly Pardede ketika dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban untuk segera dilakukan proses penyelidikan. “Laporan sudah kami terima dan akan segera dilakukan penyelidikan. Jadi, kami juga mengimbau kepada masyarakat jangan membeli barang-barang yang tidak jelas,” tutup Marully.(korankito.com/denny)