Bisa Dipercaya

Gas LPG 3 Kg Langka di Lubuklinggau

ilustrasi kelangkaan gas 3 kg. Foto/ist

Lubuklinggau – Gas elpiji 3 kg kembali menghilang disejumlah wilayah di Kota Lubuklinggau, salah satunya di Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Selain langka, harga jual melambung tinggi mencapai Rp 25 ribu per tabung di pengecer dan pangkalan.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg ini dikait-kaitkan dengan adanya rencana pengurangan karena akan dialihkan ke brigh gas tabung 5,5 kg. Selain itu, ada juga isu adanya oknum nakal yang menjual gas elpiji 3 KG keluar Kota Lubuklinggau.

Berita Sejenis
1 daripada 2

“Tadi pagi saya keliling di kelurahan Cereme Taba dan Wirakarya dan Dempo mencari gas, sudah sekitar 10 warung kosong semua,” terang, Rif’at Achmad warga RT 09,Kelurahan Cereme Taba, Kecamatan Lubuklingau Timur II, Senin (13/2).

Dijelaskanya, setelah berkeliling akhirnya baru menemukan gas elpiji 3 kg di pengecer RR di Kelurahan Cereme Taba dengan harga Rp 25 ribu per tabung. Sehingga, mau tidak mau harus membeli mahal karena kelangkaan tersebut.

Menyikapi kelangkaan ini, Ketua Hiswana Minas Kota Lubuklinggau, Winasta Ayuduri mengatakan, hingga saat ini tidak ada pengurangan. Namun, agen tidak memiliki stok karena pihak SPBE menyalurkan gas LPG 3 kg ke pangkalan berdasarkan permintaan dari agen.

“Kuota tetap tidak berkurang dan tidak bertambah, karena untuk menambah itu harus ada permintaan dari pemerintah. Sementara saat ini tidak ada permintaan,” kata Wiwin.

Dijelaskannya, kuota Lubuklinggau per hari sesuai dengan permintaan dan jatah dari SPBE yakni 6.160 tabung setiap hari yang didistribusikan kepada pangkalan yang ada di Lubuklinggau.

“Yang jadi masalah banyak penjual di pasar menjual tabung kosong. Setelah dibeli pasti masyarakat akan mengisi tabung itu, nah ngisinya kemana,” kata dia.

Soal isu adanya gas LPG 3 kg yang dijual ke luar Kota Lubuklinggau, dia memastikan bahwa tidak ada gas yang dijual ke luar Kota Lubuklinggau. Persoalannya jumlah terbatas, sedangkan penduduk bertambah terus. (korankito.com/dhia)