Tertembaknya Dua Polisi karena Penangkapan Kelompok Uwek 1 Ulu

LUKA TEMBAK: Bripka Berry Oktavania Wela tengah mendapat perawatan di RS Bhayangkara karena mengalami lula tembak di paha saat melakukan penangkapan empat perampok, Sabtu (11/2) petang.

Palembang – Tertembaknya dua anggota Subdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (11/2) petang, ternyata berkaitan dengan upaya penangkapan perampok kelompok Sulaiman alias Uwek (24).

Peristiwa berawal dari adanya laporan empat perampok yang dipimpin Uwek hendak menjalankan aksinya di Toko Tani di 7 Ulu Palembang. Informasi tersebut diterima Tim Harimau Polda Sumsel yang khusus mengungkap peristiwa kejahatan dan kekerasan (begal). Tim itu baru tiba dari Prabumulih, Sabtu (11/2) siang, setelah melakukan penggerebekan dan menangkap tiga perampok. “Sebetulnya saat itu tim baru tiba di Palembang dari Prabumulih, kemudian mendapat laporan terjadi perampokan di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Tim langsung sigap berangkat ke Betung, namun diperjalanan dilaporkan para perampok di Betung sudah kabur,” ujar sumber yang enggan menyebutkan jatidirinya kepada korankito.com, Ahad (12/2).
Ketika perjalanan balik ke Palembang lagi, papar sang sumber, tim yang terdiri dari enam anggota Jatanras dan enam Brimob itu mendapat informasi adanya upaya perampokan yang dilakukan kelompok Uwek di Toko Tani di 7 Ulu.
Tim khusus yang dibentuk berdasarkan surat perintah Kapolda Sumsel itu langsung bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP). “Waktu itu yang tiba dulu ke TKP enam anggota Jatanras dan langsung melakukan pengepungan empat perampok yang sebelumnya memang menjadi target operasi (TO),” cerita sumber. Para perampok panik, selain aksinya telah diketahui polisi kemudian Toko Tani yang menjadi sasaran dalam keadaan tutup sebab waktu telah menjelang Magrib atau sekitar pukul 18.00, Sabtu (11/2). Sontak keempat perampok berusaha melarikan diri, dua diantaranya kabur ke arah Jakabaring. Tidak ingin kehilangan buruannya, tim berusaha mengejar dan dua perampok dibekuk di Jalan Gubernur HA Bastari dekat Dekranasda Jakabaring, namun kedua tersangka melakukan perlawanan dan salah satu meloloskan diri sedangkan tersangka atas nama Sulaiman dibekuk Bripka Kurniawan. Rupanya Sulaiman nekat melawan dengan menembak perut Kurniawan yang terpaksa melepas tersangka. Melihat situasi gawat dan tak ingin tersangka lepas, Bripka Berry Oktavania Wela langsung membekap Sulaiman, tetapi mendapat perlawanan hingga akhirnya Berry terluka di paha kena tembakan. “Anggota lainnya dan Brimob langsung menyergap tersangka dengan melumpuhkannya pakai timah panas di kaki,” urai sumber itu.
Kini dua anggota Subdit III Jatanras Polda Sumsel itu, Bripka Kurniawan dan Bripka Berry Oktavania Wela masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. Demikian pula halnya dengan tersangka Sulaiman yang mengalami luka tembak di kaki tengah dirawat di RS yang sama.
Tersangka Sulaiman merupakan residivis curas dan curat yang kerap meresahkan di wilayah tempat tinggalnya di kawasan Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I. Belakangan diketahui kelompok ini kerap beraksi begal di kawasan Jakabaring. Lantaran itu pula ia menjadi target operasi (TO) polisi. (korankito.com/kardo)