Bisa Dipercaya

Bawa Sajam, Pedagang Jengkol Terjaring Razia

BAWA SAJAM: Pedagang jengkol pasar induk Jakabaring Ibnu digiring petugas ke sel tahanan Mapolresta Palembang karena membawa senjata tajam, Ahad (12/2). Foto/Denny
Palembang- Berdalih untuk mengupas kulit jengkol saat berjualan di Pasar Induk Jakabaring, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Ibnu (30) menyelipkan senjata tajam (sajam) jenis pisau cap garpu dipinggangnya.
Atas ulahnya itu, pemuda yang tinggal di Jalan Gubernur HA Bastari tepatnya belakang Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, harus mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Palembang.
Ia terjaring razia gabungan antara Polresta Palembang dan Brimob Polda Sumsel yang digelar di depan Mapolresta Palembang, Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan SU I Palembang, Sabtu  (11/2) sekitar pukul 22.00.
“Saya ini berjualan di pasar induk Jakabaring, jualan jengkol. Jadi, selalu membawa pisau untuk mengupas kulitnya. Bukan untuk jaga diri atau aksi kejahatan lainnya,” terang tersangka saat diamankan di Polresta Palembang.
Sementara itu, Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara ketika dikonfirmasi membenarkan, pihaknya mengamankan warga yang kedapatan membawa sajam saat pihaknya menggelar razia rutin malam Minggu. “Jadi, saat kita mengelar razia, seorang warga tidak mengenakan helm dihentikan. Merasa curiga, anggota kita meggeledahnya, ketika itulah ditemukan pisau dibalik bajunya,” ujarnya, Minggu (12/2) pagi.
Andi menjelaskan, tersangka akan dikenakan UU Darurat Tahun 1951 Tentang Kepemilikan Senjata Tajam (sajam) dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.  “Tersangka sudah kita amankan, dari pengakuan dia untuk mengupas kulit jengkol, karena dia berjualan. Namun akan kita lakukan pendalaman untuk apa dia membawa pisau, apakah untuk kejahatan atau tidak,” tambahnya.
Selain itu, lanjutnya, razia yang melibatkan 80 personel kepolisian dari Polresta Palembang dan Brimob Polda Sumsel ini, berhasil menjaring puluhan sepeda motor yang tidak memiliki surat-surat kendaraan.  “Razia rutin ini, dilakukan secara serentak di seluruh polsek yang ada di Palembang. Mengantisipasi terjadinya, aksi kejahatan 3C (curas, curat dan curanmor) serta kejahatan lain seperti narkoba, sajam, dan senpi,” jelasnya.
Pantauan Koran Kito dilapangkan, satu persatu kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintasi kawasan razia tersebut dihentikan oleh petugas. Kemudian, pengendara dimintai turun dan dilakukan penggeledahan.
Masih ada saja, pengendara roda dua yang nekat menerobos hadangan petugas dengan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Bahkan, warga nekat memutar arah dan melintas jembatan flyover.
“Kami sudah sering sekali mengimbau kepada warga, agar jangan takut kalau ada razia yang kami gelar. Silahkan, terus berjalan hingga ada petugas yang menghentikan. Kalau tidak salah, kenapa harus lari,” tutup Andi.(korankito.com/denny)