Bisa Dipercaya

Bocah SD Tiga Kali Dicabuli Tukang Sampah

ilustrasi pencabulan. Foto/ist

Palembang – Sungguh malang menimpa bocah kelas empat sekolah dasar (SD) berinisial MT. Ia harus mengalami masa-masa pahit dan trauma, setelah menjadi korban pencabulan yang dilakukan tukang sampah M.

Ironisnya, aksi pencabulan yang dialami bocah sebelas tahun ini, sudah terjadi sebanyak tiga kali, di sebuah taman pemakaman yang berada di kawasan Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang.

Berita Sejenis
1 daripada 4

Tak senang anaknya sudah diperlukan tidak senonoh, ibu kandung korban YL mendatangi Polresta Palembang, Jumat (10/2) siang, untuk melaporkan M yang diduga sudah melakukan perbuatan cabul terhadap anaknya.

Dihadapan petugas, YL menuturkan kejadian yang menimpa anaknya baru ia ketahui Rabu (8/2) sore. Ketika itu, MT yang hendak buang air kecil menangis karena mengeluhkan sakit di daerah kemaluannya.

Namun, ia mengira sakit di kemaluan anaknya itu merupakan hal yang biasa terjadi, sehingga dirinya pun tidak menaruh kecurigaan sedikitpun.

Hanya saja, kecurigaan YL muncul ketika melihat ada darah yang keluar kemaluan anaknya. Khawatir terjadi sesuatu terhadap anaknya, ia pun membawa korban ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi korban.

“Awalnya tidak terpikir kalau anak saya sudah diperlakukan seperti itu. Saya baru tau, saat sudah diperiksa oleh dokter,” ucap wanita yang keseharian bekerja sebagai penyapu jalanan ini.

Kemudian, ia membujuk anaknya agar mau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Namun korban sempat bungkam, sebelum akhirnya menceritakan kalau M yang sudah mencabulinya.

“Anak saya bilang, kalau M sudah bebruat yang kurang pantas. Anak saya juga mengatakan, kalau pelaku sudah tiga kali berbuat seperti itu, di tanah pemakaman,” tambahnya.

YL berharap, laporannya tersebut segera diproses oleh kepolisian. Terlebih, saat ini masa depan anaknya terancam suram akibat perbuatan pelaku.

“Saya juga mengenal pelaku itu. Karena pelaku itu kerja mengambil sampah di daerah kami. Jelas saya tidak terima. Masa depan anak saya bagaimana. Saya harap polisi secepatnya tangkap pelaku,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede mengatakan, laporan korban akan segera ditindaklanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satteskrim Polresta Palembang.

“Laporan korban sudah kita terima, dan saat ini anggota kita terus menggali keterangan dari korban, termasuk meminta orangtua korban untuk melakukan visum terlebih dahulu,” terangnya. (korankito.com/denny)