Aniaya Anak Delapan Tahun, Tetangga Dipolisikan

Ayah korban Mulyono, saat membuat pengaduan di SPKT Polresta Palembang, Sabtu (11/2). Foto/Denny

Palembang – Sungguh malang menimpa Bunga, bocah berumur delapan tahun ini harus mengalami luka lebam di tubuhnya, setelah dicubit, dijambak, serta dipukul menggunakan payung oleh tetangganya sendiri.

Tak senang dengan perlakuan JN (22) yang sudah menganiaya anaknya, ayah korban Mulyono (31) membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Sabtu (11/2) pagi.

Dihadapan petugas, Bunga menuturkan kejadian berawal saat ia hendak pergi sholat Maghrib di Musholla yang berada tak jauh dari rumahnya di Jalan Ahmad Yani, Kecematan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Minggu (5/2).

Kemudian, Bunga bertemu dengan terlapor yang langsung mencubitnya. Tidak hanya batas itu, JN juga menjambak serta memukul korban menggunakan payung yang sedang dipegangnya.

“Saya tidak tahu masalahnya apa, saya mau sholat Maghrib. Karena sendirian, jadi saya mau menjemput teman dulu. Pas itulah dia langsung memukuli saya menggunakan payung,” jelas korban dihadapan petugas.

Sementara ayah korban, Mulyono mengatakan, ia tidak tahu persis kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Hanya saja, saat itu ia sedang bekerja di kawasan Musi Banyuasin (Muba) dan mendapatkan telepon dari korban.

“Saya ditelpon oleh anak saya, katanya dia sudah dipukul oleh terlapor. Karena saya sedang bekerja, jadi saya katakan nanti tunggu saya pulang ke rumah baru diselesaikan,” tutur Mulyono.

Namun, lanjutnya, ketika ia menemui terlapor untuk mempertanyakan kenapa memukuli anaknya, JN tidak mengakui perbuatannya itu. Hingga akhirnya, Mulyono pun membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Sempat saya tanyakan, tetapi dia tidak mau mengaku. Katanya dia tidak memukul korban. Saya tidak senang dengan perbuatannya, jadi saya laporkan ke polisi. Saya harap pelaku cepat ditangkap,” harapnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, akan segera diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang.

“Laporannya sudah kita terima dan akan kita serahkan ke unit PPA Polresta Palembang untuk melakukan penyelidikan. Kalau terlapor bersalah akan kita proses dengan hukum yang berlaku,” tutupnya. (korankito.com/denny)