Vacum 13 Tahun, SD 155 Gandus Aktif Lagi

POTONG TUMPENG: Komandan Batalyon Infanteri Raider/200 Bhakti Negara Mayor Inf Honi Havana memotong tumpeng syukuran dimulainya aktivitas SDN 155 yang telah vacum sejak berdiri pada 2003, di halaman sekolah setempat, Jumat (10/2). Acara itu dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto disaksikan sejumlah guru. Foto/ Eja

Palembang – Setelah vacum 13 tahun, kini sekolah dasar negeri (SDN) 155 Gandus, Palembang mulai aktif menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM).

Hal itu ditandai dengan acara potong tumpeng oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang Ahmad Zulinto di halaman sekolah setempat, Jumat (20/2).

Zulinto mengungkapkan,  pembangunan dan pengaktifan kembali sekolah ini atas permintaan Batalyon TNI Raider 200/Bhakti Negara. Dulunya, saat didirikan sekolah ini masih sedikit peserta didik yang mendaftar karena terletak di daerah yang sedang berkembang. “Saat itu hanya ada tiga anak yang mendaftar, jadi dialihkan ke sekolah lain yang terdekat. Lalu pada 2010 baru kepengurusannya diserahkan ke Disdik Kota, namun belum juga ada siswa yang mendaftar,” terangnya seusai peresmian SDN 155 Palembang disaksikan Komandan Batalyon infanteri raider 200/Bhakti Negara Mayor Inf Honi Havana,

Lanjut Zulinto, pada 2014 gedung sekolah itu mulai direhab untuk difungsikan, karena belum ada siswanya jadi dijadikan kantor sementara unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kecamatan Gandus. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk membangun SMP negeri disekitaran SDN 155 ini. “Kesimpulannya karena UPTD belum ada kantornya di Gandus maka dipakailah gedung ini oleh UPTD untuk menjadi kantor. Dan 2016 akhir Komandan Batalyon Infanteri Raider 200/Bhakti Negara meminta sekolah kembali dibuka karena banyak anak prajurit yang sekolah terlampau jauh dari asramanya,” tuturnya.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh koran kito, sekolah ini didirikan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Sumsel (Sumsel) di atas tanah milik Pemerintah Kota Palembang pada 2003 silam. Sekolah ini kembali diaktifkan setelah sempat vakum sejak didirikan pada 2003, hal ini dikarenakan sedikitnya peserta didik yang mendaftar disetiap ajaran baru.

Sementara itu,  Komandan Batalyon Infanteri Raider 200/Bhakti Negara Mayor Inf Honi Havana mengatakan, sebelumnya anak-anak ini tersebar di sekolah yang jauh seperti daerah Talang Kelapa, Serong dan Air Itam. Dikatakannya, seluruh prajurit mendukung dan sepakat secara bersama-sama untuk memindahkan anaknya ke sekolah yang baru ini.  “Dengan adanya sekolah ini yang jelas bermanfaat bagi keluarga, karena tidak perlu mengantar dan menjemput anaknya di sekolah yang lama dengan jarak mencapai 12 km dari rumah/asrama. Dengan adanya sekolah ini operasional kesatuan kami akan meningkat,” tambahnya.

Sedangkan Kepala SDN 155 Palembang Abu Bakar menambahkan, pasca regrouping dan pengaktifannya kembalim operasional sekolah ini berjalan di dua lokasi yakni di gedung induk SDN 155 Palembang yang terletak di Air Itam dan gedung lama SDN 155 di Gandus.

“Seluruh muridnya berjumlah 120 orang, dimana 98 diantaranya adalah anak dari prajurit.  Disini juga masih kekurangan guru yang seharusnya minimal ada 20 guru PNS maupun non-PNS, dan yang ada hanya 10 guru dimana lima orang PNS serta sisanya honorer,” tukasnya. (korankito.com/Eja)