PNS Dispenda Tersangka Penggelapan Pajak Hotel

BUKTI – Polisi menunjukkan barang bukti penggelapan saat gelar perkara di Mapolresta Palembang. Foto/denny

Palembang – Setelah menjalani proses penyidikan dan berkas dinyatakan lengkap, tersangka kasus tindak pidana korupsi di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Palembang, Erfan Kusnandar (43), diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palembang, Kamis (9/2) siang.
Selain tersangka yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS) ini, turut juga diserahkan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp743 juta, satu unit mobil Honda CRV hitam dengan nopol BG 99 T.

Sebelum dibawa ke Kejari Kota Palembang, tersangka yang merupakan mantan Kasi Dispenda Kota Palembang ini terlebih dahulu diperiksa di ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Palembang selama kurang lebih lima jam.

Sekitar pukul 14.00, dengan dikawal anggota Tipikor Satreskrim Polresta Palembang dan didampingi pengacaranya,  Erfan dibawa ke Kejari Kota Palembang menggunakan mobil Toyota Avanza.
“Berkas sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntu Umum (JPU), hari ini (kemarin-red) tersangka berikut barang bukti kita serahkan ke Kejari Palembang untuk proses hukum lebih lanjut,” terang Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede.

Menurut Marully, berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kota Palembang, perbuatan tersangka membuat negara mengalami kerugian mencapai Rp2 miliar.

“Selain itu, hasil pemeriksaan dari ahli tindak pidana korupsi dan ahli pajak, mengatakan perbuatan yang dilakukan oleh tersangka merupakan tindakan dugaan korupsi,” jelasnya.

Tersangka akan dikenakan pasal berlapis yakni pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU RI nomor 31 Tahun 1999 Jo UU RI Nomor 20 Tahun 2001 dengan ancaman kurungan empat tahun penjara atau 20 tahun penjara.

“Saat ini, kita akan fokus pembuktian terhadap dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka. Nanti akan kita kembangkan apakah akan ada tersangka lain yang terkait dalam tindak pidana ini,” jelasnya.

Sebelumnya Erfan ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat kasus penggelapan pajak hotel di Hotel Jayakarta dan Sahid Imara tahun 2011 dan 2012 lalu dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp2,1 miliar.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Imron Jono enggan berkomentar banyak terkait kasus yang menyerang kliennya. Hanya saja, ia mengapresiasi kinerja Polresta Palembang. “Ya, kita apresiasi apa yang sudah dilakukan Polres,” kata seraya berharap, di pelimpahan tahap kedua ini kliennya tak ditahan. (korankito.com/deny)