Bisa Dipercaya

Pemkot  Bantu 10 Ribu Polybag 

Palembang – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas  Pertanian dan Ketahanan Pangan menyumbangkan 10 ribu polybag untuk kebutuhan petani di kota Palembang. Bantuan itu diberikan langsung Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda pada acara tatap muka dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) wilayah Balai Penyuluhan Pertanian Talang Betutu di halaman UPTD BPP wilayah Talang Betutu, Kamis (09/02).

Finda mengungkapkan, jumlah bantuan ini meningkat dari tahun 2016 lalu yang hanya 5 ribu polybag dan telah disebar ke seluruh petani di kota Palembang melalui gabungan kelompok tani (gapoktan).

Berita Sejenis

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

Terduga Teroris ‘Jakfar’ Dikenal Tertutup di…

1 daripada 3.067

“Pemberian bantuan kepada Gapoktan ini untuk mewujudkan kota Palembang menjadi kota swasembada pangan. 10 ribu polybag tersebut nantinya bisa ditanami cabai atau tanaman lain. Cabai harganya tinggi jadi bisa tanam dipekarangan,” ujarnya.

Fitri menghimbau kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan sungai dengan maksimal. Palembang merupakan kota sungai, banyak potensi yang dapat dikembangkan dari sumber daya alam ini.

“Sungai bisa bermanfaat, dikelola menjadi keramba-keramba ikan seperti di daerah-daerah lain. Pempek itu berbahan ikan gabus dan ikan belida. Dengan budidaya ikan gabus dan ikan belida artinya kita ikut melestarikan sampai dinikmati oleh generasi-generasi kita berikutnya,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Fitri pun mempertanyakan kendala yang selama ini dihadapi para petani di Palembang. “Saya ingin tahu apa kendala kalian? Kita harus memperhatikan mereka. Petani dan peternak harus sejahtera, sesuai dengan misi kita Palembang elok, madani dan sejahtera (EMAS),” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palembang, Ardiansyah mengatakan, Palembang bukan terkenal dengan kota pertanian, tapi bagaimana lahan yang sempit bisa dimanfaatkan sehingga Palembang menjadi kota swasembada pangan.

“Kalau ibu-ibu dan bapak-bapak  kreatif di depan rumah ada 10 batang cabai sudah lumayan, satu batang saja bisa mengasilkan banyak buah. Saat cabai mahal ibu-ibu tidak bingung lagi,” ujarnya.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang,  Harrey Hadi menyebutkan, di kota Palembang terdapat empat UPTD BPP, yakni wilayah Talang Betutu, wilayah Sekojo, wilayah Seberang Ulu, dan wilayah  Gandus.

Dari keseluruhan UPTD UPP tersebut terdapat 50 orang tenaga penyuluh, 29 gapoktan dan 414 kelompok tani. Adapun para petani tersebut, menanam berbagai jenis sayuran, palawija, buah-buahan, padi dan peternakan ayam, kambing, sapi, dll.

“Contoh di Talang Betutu ada peternakan kambing etawa yang diambil dagingnya, ke depan bukan saja daging namun susunya juga, dan ayam buras kampung bibit unggul dapat di panen dalam waktu 2 bulan, sedangkan di Sukajaya perternakan sapi potong,” katanya.

Sedangkan Ketua Gapoktan Sukajaya, Mat Rabu, mengharapkan bantuan dari pemerintah bibit cabai dan ayam buras kampung bibit unggul. “Kalau bisa kami minta bantuan bibit cabai, harga cabai mahal ibu-ibu pada ngeluh.  Dan kami juga meminta bantuan bibit ayam buras kampung bibit unggul seperti di Talang Betutu, karena kami berlimpah untuk pakannya,” pintanya. (korankito.com/ria)