Jadi ‘Justice Colaborator’, Penyuap Yan Anton Divonis 1,5 Tahun

 

Zulfikar, terdakwa penyuap Yan Anton Ferdian saat mendengarkan vonis hakim. foto/wahyu

 

Palembang – Hakim Pengadilan Tipikor (PN) Palembang memvonis Zulfikar, terdakwa kasus suap ke Bupati Banyuasin Nonaktif Yan Anton Ferdian, 1 tahun 6 bulan penjara, dalam sidang hari ini Kamis (9/2).

Dalam amar putusannya Ketua Majelis Hakim Arifin didampingi hakim anggota Paluko dan Haridi, menganggap tindakan Zulfikar melakukan penyuapan untuk mendapatkan proyek dari Dinas Pendidikan Banyuasin merupakan tindakan pidana korupsi yang dilakukan perseorangan. Namun, majelis beranggapan dengan tindakan terdakwa yang menjadi Justice Colaborator atau membuka semua fakta-fakta dan tidak berbelit-belit saat diperiksa menjadi penilaian bagi majelis hakim.

Majelis hakim akhirnya menjatuhkan vonis terhadap Zulfikar selama 1,5 tahun dengan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. Majelis menyatakan, terdakwa tetap dilakukan penahanan. Terhadap putusan dari majelis hakim, kuasa hukum terdakwa Ridarubiana menyatakan menerima putusan majelis hakim. “Justice colaborator sudah diterima oleh majelis, dan itu yang menjadi salah satu yang meringankan hukumannya,” ujarnya.
Sedangkan JPU KPK Febi menuturkan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan dari majelis hakim meskipun dari pihak terdakwa sudah menerima  putusan yang dijatuhkan majelis hakim.

“Pasal yang dikenakan kepada terdakwa sama dengan dakwaan yang dibuat yakni pasal 5 ayat 1 huruf a. Kami masih harus pikir-pikir dan harus dilaporkan ke pimpinan dahulu, apakah nantinya akan diterima atau dilakukan upaya hukum lain,” tegasnya. korankito.com/ria