Bisa Dipercaya

Aparat-Ulama Sepakat Jaga Keutuhan NKRI

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat bersilaturahmi dengan para ulama se-Sumatera Selatan.foto/kardo

 

 

Palembang-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila harus dijaga oleh semua komponen bangsa. Untuk itu Kapolda Sumsel bersama Pangdam II Sriwijaya melakukan silaturahmi Kamtibmas dengan ulama se-Sumsel yang di ruang Catur Cakti Mapolda Sumsel Jalan Jendral Sudirman, Palembang.

 

Dalam silaturahmi tersebut , dihadiri Ketua PWNU Sumsel H Amri Siregar, Ketua MUI Sumsel diwakili Sekjen MUI Farid, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumsel Purmansyah dan perwakilan ulama se-Sumsel.

 

Berita Sejenis

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

SMKN 2 Palembang Bidik World Class

Dzhalilov Targetkan Top Skor Bersama SFC

1 daripada 3.067

Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel Amri Siregar mengatakan, sebagai warga NU sudah hal yang semestinya untuk menjaga keutuhan NKRI.

 

“NKRI bagi kami adalah harga mati dan ini bukan sekedar ucapan tapi harus diuraikan. Dalam mempersatukan NKRI, tak ada yang boleh dipecah belah. Indonesia negara berketuhanan kami siap menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya, Kamis (9/2).
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumsel Purmansyah, mengimbau agar tidak melakukan aksi 112 dan pengerahan massa sebaiknya tidak dilakukan.
“Nanti saat menjelang Pilkada DKI Jakarta. Ada kemungkinan tidak kondusif untuk itu kita harus jaga Pilkada demokratis untuk menghasilkan pemimpin yang jadi teladan. Untuk menyalurkan aspirasi tidak harus selalu mengerahkan aksi massa,” katanya.

 

Sedangkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, silaturahmi sangat dianjurkan oleh agama Islam karena selain dapat mempererat jalinan antarsesama juga dapat memperpanjang umur. Kapolda mengajak seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi dalam urusan yang tidak diketahui sumbernya.
“Kita pasti lakukan langkah tegas kalau memang ada berita yang beredar di medsos dan menebar kebecian. Itu sebabya harus dipastikan dulu kebenaran dan sumbernya dari mana,” kata Kapolda.kardo