Gubernur Sumsel: Bupati dan Walikota Berperan Penting Mengontrol Dana CSR

Penandatanganan kerjasama antara BPJS dengan CSR Sumsel disaksikan langsung Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Foto/hms

Palembang- Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin secara resmi membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada kegiatan Seminar Nasional dengan topik “CSR-TJSL Understanding dan Implementasi pemahaman serta pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) bagi dunia usaha di Provinsi Sumsel dalam rangka menyikapi penetapan RUU CSR oleh DPR RI” diselenggarakan oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial Sumsel di Graha Bina Praja Auditorium Pemprov. Sumsel, Selasa (07/02).

Seminar Nasional ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) DR. H.M Ali Taher, SH., M.Si. serta narasumber lainnya seperti Asisten I Bidang Kesra dan Pemerintahan Provinsi Sumsel H Ahmad Najib, Direktur Komersial 2 PT. Sucofindo (Persero) Dr. Ir. Sufrin Hanan MM. Hadir juga ketua pelaksana seminar nasional Sumarjono Saragih, serta Ketua Forum CSR Kessos J Riantoni Natakesuma.Dalam kesempatan ini Gubernur Alex Noerdin mengharapkan agar peran serta dunia usaha yang di Sumsel dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung kemajuan program pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan pemerintah.

Menurut Alex, seperti halnya mendukung persiapan pelaksanaan Asian Games 2018, melalui program CSR akan sangat membantu mensukseskan event besar yang akan mengharumkan nama bangsa mata internasional ini.

“Seperti komitmen kita bersama, menjaga Sumsel tetap aman dan kondusif sehingga dunia usaha dan pembangunan yang dilaksanakan pemerinta berjalan sesuai harapan,” ungkap Alex.

Alex pun menjelaskan dalam menyikapi pemahaman dan pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungkan melalui dana CSR, dunia usaha memiliki kewajiban untuk turut serta dalam pembangunan daerah. Untuk itu, kepala daerah baik Bupati maupun Walikota berperan penting dalam mengatur dan mengontrol dana CSR agar tepat sasaran.

Menurutnya, meskipun CSR merupakan kewajiban, masih ada saja perusahaan yang menyalurkan dana CSR tidak sesuai dengan keuntungan yang didapat dari hasil pengelolaan kekayaan alam di Sumsel.

“CSR itu wajib, meskipun kondisi perusahaan sedang untung atau rugi. Saat ini masih ada saja perusahaan yang sudah jelas untung besar, namun dana CSR yang diberikan kecil. Padahal, CSR ini untuk rakyat,” tegas Alex.

Lebih lanjut Alex Noerdin mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan seminar nasional yang akan mengupas tuntas terkait pemahaman dan pedoman pelaksanaan CSR bagi Pemerintah, Corporate, Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk Kesejahteraan Sosial.

Sementara, disela seminar ini dilakukan juga launching program 1.000 Gerobak Keren, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang diserahkan pihak Apindo kepada Gubernur Alex Noerdin dan selanjutnya secara simbolis diserahkan kepada 3 pedagang yang akan memanfaatkan gerobak tersebut.

Foto/hms

Dalam kesempatan itu hadir pula Duta anti narkoba Sumsel Hj Lury Elza Alex yang juga melakukan sosialisasi anti narkoba dengan menempelkan stiker anti narkoba pada gerobak keren tersebut  yang tujuannya adalah untuk selalu mengingatkan masyarakat akan bahaya narkoba dan menjauhi narkoba.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara BPJS dengan CSR Sumsel disaksikan oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan para peserta seminar nasional. (Korankito.com/hms/***)