Biaya Pembuatan Soal, Kementerian Kucurkan Dana 595 Juta

Penyusunan soal hingga kunci jawaban USBN mata pelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 2 Palembang. Foto/Eja

Palembang – Direktorat Jendral (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), kucurkan dana Rp 35 juta untuk pembuatan soal ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Di Sumatera Selatan (Sumsel), dana ini diberikan kepada 17 musyawarah guru mata pelajaran (MGMP). Adapun mata pelajaran yang diujikan dalam USBN tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) ini meliputi mata pelajaran Sejarah, PKN dan Pendidikan Agam Islam.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo melalui Kepala Bidang (Kabid) SMA Disdik Sumsel Bonny Safrian menyebutkan, Dirjen GTK Kemdikbud memberikan bantuan dana sebesar Rp 35 juta ke masing-masing MGMP untuk membuat soal USBN. “17 Februari harus dilaporkan master soal yang telah dibuat,” tegas Bonny, Selasa (7/2).

Menurutnya, hasil dari MGMP ini juga rujukan bagi Disdik Sumsel untuk menjadikannya sebagai bagian dari soal USBN di kabupaten/kota.

“Bisa juga nanti diseragamkan soal USBN-nya. Disdik sendiri juga sudah menyusun tim untuk perumusannya. Soalnya tergantung dengan prosedur operasional standar USBN dimana 75 persen soal dari MGMP dan sisanya dari pusat,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua MGMP sejarah tingkat SMA Kota Palembang Mery Hamraeny. Ia menuturkan, tahun 2017 ini ada perubahan sistem ujian yaitu USBN dan UN.

Bedanya UN ada perubahan dari tahun lalu ada enam mata pelajaran, tahun ini hanya ada tiga mata pelajaran wajib yakni matematika, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia plus satu pilihan sesuai jurusan yang diambil.

“Misalnya IPS bisa memilih ekonomi, geografi dan sosiologi. Sedangkan peserta didik jurusan IPA bisa memilih kimia, fisika, dan biologi,” jelas guru sejarah SMAN 10 Palembang ini disela penyusunan materi soal sejarah USBN tingkat SMA di SMA Muhammadiyah 2 PAlembang.

Untuk USBN sendiri wajib diikuti oleh semua jurusan. Soal dibuat dalam dua bentuk yaitu soal untuk kurikulum 2006 dan kurikulum 2013 dengan 40 soal pilihan ganda dan lima soal esai.

“Soal ini disusun dalam empat paket, yakni dua paket utama, satu paket susulan dan satu paket cadangan. Kesulitan soalnya sendiri mengikuti Pos USBN dari Kementerian,” ulasnya. (korankito.com/eja)