Bisa Dipercaya

476 Judul Penelitian Bakal Terima Dana Hibah

Ketua Kopertis Wilayah II Slamet Widodo. Foto/Eja

Palembang – Sedikitnya ada 476 judul penelitian atau jurnal, yang akan menerima dana hibah penelitian dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemristek-Dikti).

Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah II Slamet Widodo menerangkan, dana yang diterima setiap dosen untuk penulisan jurnalnya beragam, tergantung dari apa yang hendak mereka teliti. Dibanding dengan sebelumnya, jumlah judul jurnal yang akan mendapat bantuan dana hibah dari kementerian meningkat pesat.

Berita Sejenis

Kerugian Negara Capai Tiga Miliar

Pilkada Pagaralam Butuh Rp27,6 Miliar

Kejagung Tinggal Tetapkan Tersangka Dana Hibah

1 daripada 2

“Sebelumnya masih sangat minim, namun kita terus berupaya mendorong dosen untuk terus meningkatkan kompetensinya. Alhasil untuk tahun ini sudah ada 476 judul jurnal yang mendapat bantuan dari Dikti,” terangnya di ruang kerjanya, Selasa (7/2).

Menurutnya, anggaran untuk penelitian dan peningkatan kompetensi dosen dari Kemristek-Dikti itu banyak sekali. Namun sayangnya banyak juga yang tidak terpakai karena minat dan motivasi dosen masih sangat minim sekali untuk penelitian atau pun untuk melanjutkan kuliah.

“Totalnya ada 10.136 dosen di Kopertis Wilayah II baik PNS maupun non-PNS. Namun sayangnya masih tidak terlalu banyak yang menulis jurnal maupun melanjutkan kuliahnya ke jenjang berikutnya. Hal inilah yang kita upayakan agar mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan kompetensinya. Inikan untuk mereka sendiri juga,” tuturnya.

Selain itu, Slamet menambahkan, di Kopertis Wilayah II ada sebanyak 900 an program studi (Prodi) dari 217 PTS, dan 516 Prodi diantaranya masih terkareditasi C. Pihaknya juga akan mendorong 10 PTS yang saat ini berakreditasi B menjadi A.

“Tahun 2017 ini kami akan kerja keras untuk reakreditasi untuk merubahnya menjadi B. Sekitar 102 kita usulkan mendapat dana hibah asuh, yang nantinya prodi ini akan di bina oleh perguruan tinggi berbadan hukum,” tukasnya. (korankito.com/eja)