Sebagian Besar SMA di Sumsel Masih UN Manual

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo. Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 303 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 20 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), melaksanakan Ujian Nasional (UN) masih menggunakan lembar jawaban kerja (LJK) atau secara manual.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh Koran Kito, persentase SMA yang melakukan UN secara manual lebih tinggi dibandingkan SMK yakni sekitar 54,70 persen. Sedangkan untuk SMK hanya 5,56 persen saja.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo menerangkan, sedikitnya ada 251 SMA dari total 554 SMA negeri dan swasta yang siap jalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan untuk tingkat SMK negeri dan swasta, sebanyak 233 sekolah dari 253 sekolah.

“Kenapa SMK lebih siap, karena SMK itu memang dari dulu sudah melengkapi sarana dan prasarana dengan komputer mengingat mereka adalah sekolah kejuruan. Jadi sedikit berbeda dengan SMA pada umumnya,” terang Widodo di ruang kerjanya, Senin (6/2).

Untuk pelajar SMA yang mengikuti UNBK, lanjut Widodo, ada 34.182 dari total 61.049 pelajar. Sedangkan untuk jenjang SMK, ada 27.015 dari total 28.606 pelajar SMK.

“Jadi 55,60 persen pelajar SMA dan 94,44 persen pelajar tingkat SMK siap ikuti UNBK. Sedangkan sisanya masih secara manual menggunakan LJK,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SMAN 19 Palembang Taufik menjelaskan, pihaknya sudah sejak satu tahun terakhir merancang pelaksanakan UNBK secara mandiri. Namun sampai saat ini, pihaknya belum mendapat kabar mengenai bantuan pengadaan komputer meski sudah sejak lama mengajukannya ke pusat.

Diakuinya, sebagai salah satu upaya pilihan terakhir agar pelaksanaan UNBK secara mandiri bisa dilaksanakan, pihaknya akan meminjam laptop siswa kelas XII yang mampu menjalankan aplikasi UNBK.

“Dari total 455 siswa kelas XII, kami berhasil menyaring 180 laptop yang memenuhi standar pelaksanaan UNBK. Tentu saja hal ini sudah kami sosialisasikan dan mendapat izin dari orangtua dan siswanya sendiri,” jelasnya di ruang kerjanya. (korankito.com/eja)