Hari ini, Gaji 6.784 Guru SMA Cair

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo.foto/ejak

 

Palembang – Sebanyak 6.784  guru sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di sepuluh kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) dapat tersenyum lega, pasalnya gajinya dipastikan cair hari ini.

Kesepuluh kabupaten dan kota itu yakni, Kabupaten Banyuasin, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, Musi Rawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Kota Palembang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo mengatakan, pembayaran gaji guru aparatur sipil negara (ASN) di 10 kabupaten/kota di Sumsel yang sempat terlambat karena kurang lengkapnya berkas administrasi pasca peralihan dan kini sudah dapat dibayarkan. ‘’Senin (hari ini-red) nanti gaji guru di 10 kabupaten/kota yang sempat tertunda akan dibayarkan. Surat perintah membayar (SPM-red) sudah selesai,’’ ujar Widodo, Sabtu (4/2) malam.

Menurutnya, total gaji guru tersebut sebesar Rp29.495.461.935,00 sejak Juma’t (03/02) malam dan sudah dikirimkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel. “SPM-nya sudah kita selesaikan Jum’at malam lalu dan sudah dikirimkan ke BPKAD Sumsel guna proses selanjutnya. Jadi, Senin (6/2) gaji guru akan mulai ditransfer ke rekeningnya  masing-masing,” jelasnya.

Diakuinya, gaji yang dibayarkan kali ini hanya untuk bulan Januari saja. “Pembayaran gaji itu hanya untuk Januari saja dan untuk Februari akan diajukan lagi setelah pembayaran gaji tersebut selesai di bulan ini juga,” tegasnya.

Selain itu, Widodo menerangkan, keterlambatan ini akibat adanya kejanggalan berkas sdministrasi di Kota Palembang. Setelah pihaknya menelusuri jejak berkas tersebut, ia menemukan masih ada guru yang terdata di Disdik Provinsi yang gajinya dibayarkan oleh Disdik Kota Palembang. Kemudian ada lagi tiga orang guru ASN diperbantukan (DP) serta satu orang pengawas yang tidak jelas dimana keberadaannya.

Dikatakannya, nama pengawas tersebut yakni M. Amin, sedangkan untuk guru ASN DP yaitu Unaya, Mira dan Nuraini. Pihaknya berharap agar nama tersebut agar dapat melengkapi berkasnya.

“Karena hal inilah yang membuat gaji seluruh guru terlambat, pasalnya kami harus menelusuri datanya secara manual karena di surat perintah melaksanakan tugas (SPMT) hanya tertera nama guru dan Disdik Kota Palembang saja, tidak jelas keberadaan sekolah dimana ia mengajar. Jadi gaji mereka belum kami bayarkan dan masih tersimpan di kas negara,” pungkasnya.korankito.com/Eja