Gula Merah Campur Deterjen Ditemukan

Tim Disperindag dan Dinkes Kabupaten Rejang Lebong saat melakukan sidak ke pengerajin gula aren beberapa waktu lalu. Foto/dhia

LUBUKLINGGAU-Sinyalemen adanya gula merah bercampur diterjen asal Curup Rejang Lebong Bengkulu, sudah terendus oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Lubuklinggau, sejak Oktober 2016 lalu.

Kabid Permakmin Dinkes, Desi Yunita saat dikonfirmasi mengatakan, temuan ini merupakan pemeriksaan sampel Dinkes bersama BPOM Palembang di Lubuklinggau.

“Dikira memang gula merah sentranya di Lubuklinggau, makanya dilakukan sampling. Dan memang ditemukan adanya diterjen terhadap gula merah asal Air Meles Curup. Makanya, BPOM Palembang berkoordinasi dengan BPOM Bengkulu dengan temuan tersebut,” ujarnya.

Atas instruksi BPOM tersebut, pihaknya melakukan pengecekan terhadap seluruh gula merah di pasaran, termasuk usaha rumahan di dua lokasi di Kelurahan Lubuk Tanjung.

“Sampel terakhir sudah kami kirim awal Desember 2016 lalu, kami juga masih menunggu hasil uji laboratorium yang memang lama. Untuk Produksi Lubuklinggau aman dan rutin kita edukasi terkait penggunaan zat kimia dan campuran berbahaya, dan memang ada beberapa tidak produksi lagi karena keterbatasan stok air aren,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pelayanan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Zon Maryono menyampaikan, pihaknya tidak bisa langsung serta merta melakukan penindakan.

“Ada kepolisian, Sat Pol PP termasuk juga Dinkes yang menjadi tim. Yang jelas saat ini tidak ada laporan tersebut di Lubuklinggau, kalau memang sudah ada temuan tentu akan ditindaklanjuti,” ungkapnya. Korankito.com/CR1(Dhia)