Anak Korban Minta Pembunuh Ayahnya Dihukum Mati

Sangkut, Tersangka pembunuhan saat reka ulang di Polresta Palembang. Foto/Denny

Palembang – Rekontruksi kasus terbunuh Mulyadi alias Mul (46) di depan rumahnya, Jalan Lettu Karim Kadir, Lorong Harapan III, Kecamatan Gandus, Palembang, diwarnai tangis dan jerit histeris oleh keluarga korban.

Bahkan, keluarga korban mencoba untuk memukuli tersangka Sangkut, namun upaya tersebut dapat dihalau pihak kepolisian yang berjaga di lokasi. Air mata anak korban Yuni (28) tak terbendung lagi, ketika melihat cara tersangka Sangkut (29), menghabisi nyawa orang tuanya dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis pisau.

Meskipun sempat ditenangkan oleh pihak keluarga lainnya yang juga hadir menyaksikan rekontruksi tersebut, namun saat mengganti adegan, ia masih saja berteriak mengutuk perbuatan keji tersangka Sangkut.

“Pokoknya saya minta dia dihukum mati, saya tidak bisa menerima perbuatan dia yang sudah menghabisi nyawa orangtua saya,” ucap Yuni saat menyaksikan rekontruksi di Polresta Palembang, Senin (6/2) siang.

Menurutnya, ia melihat tersangka Sangkut berjalan sambil tertawa-tawa setelah menghabisi nyawa ayahnya itu. “Kami saja, anak-anaknya tidak pernah memperlakukan kasar terhadap ayah,” katanya.

Saat rekonstruksi itu juga terungkap, motif pembunuhan tersebut dipicu dendam lama. Awalnya, tersangka sempat dilaporkan korban ke Mapolsek Gandus dengan tuduhan pencurian. Hanya saja keduanya sempat berdamai.

Kendati damai, rupanya rupanya tersangka masih menaruh dendam terhadap korban. Puncaknya pada, 10 Januari 2017 lalu, tersangka nekat mendatangi kediaman korban dan melakukan pembunuhan itu.

Terlihat dari adegan ke 8, tersangka menusuk bagian punggung korban saat menaiki anak tangga rumahnya. Setelah ditusuk di bagian punggung, korban pun terjatuh ke bawah tangga rumahnya.

Pada adegan ke 9 dan 10 korban pun kembali menusuk kaki dan dada korban secara membabi buta. Rupanya pada saat yang bersamaan, kejadian itu dilihat oleh Dian yang langsung memeluk korban.

Saat itu tersangka kabur dan membuang pisau di lokasi kejadian. Sementara korban tewas saat dalam perjalanan kerumah sakit. “Rekonstruksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara yang nantinya akan dilimpahkan ke Kejaksaan,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede.

Dia mengatakan, dalam rekonstruksi tersebut tergambar jelas fakta pembunuhan yang dilakukan tersangka. “Motifnya dendam lama. Tersangka kita jerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara,” tukasnya. (korankito.com/denny)