Bisa Dipercaya

Bonus Atlet Porprov Dibatasi

Ketua Panitia Persiapan Porprov 2017 Dhennie Zainal.foto/resha

 

Palembang-KONI Sumsel kembali melakukan terobosan. Setelah membatasi usia peserta, bonus atlet yang berlaga di Poprov 2017 pun dibatasi.

Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XI 2017 Sumatera Selatan (Sumsel), rupanya tidak hanya menerapkan tentang aturan main saja, tapi juga tentang bonus yang didapat oleh atlet yang berhasil menyabet medali.

Berita Sejenis

Raih Lima Emas, Palembang Peringkat Dua Cabor Atletik

Usai Sabet Emas, Atlet Ini Berangkat ke Kejurnas

Atlet Dayung Pali Sumbang Lima Medali

1 daripada 13

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel mengimbau jika nominal bonus yang didapat oleh atlet, maksimal Rp 15 juta. Hal ini berlaku bagi atlet daerah yang mampu menyabet medali, baik itu medali emas, perak maupun perunggu.

“Jadi, sesuai kesepakatan akan kita terapkan batas nominal bonus tersebut. Kita tetapkan batas atas dan batas bawah,” ujar Ketua Panitia Persiapan Porprov 2017 Sumsel Dhennie Zainal, ketika dikonfirmasi.

Selain menghindari pemborosan, pembatasan ini guna mencegah atlet yang pindah ke daerah lain lantaran tergoda oleh daerah tetangga yang mampu memberi bonus lebih besar. Selain itu, juga mencegah timbulnya kesenjangan antar atlet dalam satu provinsi meski berbeda kabupaten/kota.

“Kita akan terapkan aturan pembatasan bonus atlet di Porprov ini. Maksimal Rp 15 Juta untuk bonus peraih medali,” tambahnya yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel ini.

Tidak sedikit atlet daerah berprestasi yang diharapkan mampu membawa nama daerahnya, hijrah ke daerah lain yang mengiming-imingi bonus lebih tinggi. Dengan adanya peraturan seperti ini, KONI kabupaten/kota di Sumsel tidak akan bisa memberikan bonus lebih besar dari daerah lain.

Sebenarnya, pembatasan nominal bonus tersebut telah termaktub dalam Pasal 11 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Nomor 1684/2015. Pada Ayat (1) tertulis Nilai penghargaan olahraga dalam bentuk sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah/pemerintah daerah.

Sedangkan dalam Ayat (2) tertulis Nilai penghargaan olahraga yang diberikan pemerintah daerah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Ayat (1) tidak melebihi penghargaan yang diberikan Pemerintah.

Dan dalam Ayat (3) disebutkan bahwa nilai penghargaan olahraga yang diberikan pemerintah daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) tidak melebihi penghargaan yang diberikan pemerintah daerah provinsi.

Krisis atlet potensial membuat pemerintah beralasan demikian. Tak terkecuali Sumatera Selatan, mereka ingin adanya atlet yang menonjol di daerahnya. Dengan demikian, selain menjadi stimulus, atlet yang bersangkutan akan mampu memberikan penghargaan terbaik untuk daerahnya.

“Atlet Sumsel sekarang sedang kritis. Kita harapkan di Porprov ini, akan banyak bermunculan atlet-atlet yang memiliki potensi untuk mengharumkan nama Sumsel,” tutupnya.korankito.com/resha