Berawal dari Hobi, Keluarga Pecatur Terbentuk

Keluarga pecatur Ali Muchtar.foto/resha

 

Palembang –Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa tersebut pas ditujukan kepada keluarga Ali Muchtar, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banyuasin.

Dari hobinya menggeluti dunia olahraga catur, tak disangka bakatnya menurun kepada dua buah hatinya, Alivia Noviyansari (18) dan Alicia Fitriwahidah (16).

Ayah tiga putri ini awalnya tak menyangka dari hobinya bermain catur tersebut, akan menjadikan kedua anaknya pecatur tingkat nasional yang meraih gelar Woman Candidate Master (WCM), gelar bergengsi di kalangan pecatur. Hasilnya, puluhan medali dan piala dikoleksi oleh dua saudara ini.

“Gak terhitung berapa lagi, terakhir Alivia dan Alicia dapat medali perak di PON 2016 Jabar lalu, kategori catur kilat beregu putri. Sempat juga berlaga di Malaysia Open,” ujar ibunya Uyun Kenongosari, yang juga wasit catur bergelar Wasit Nasional Pratama ini.

“Kalau ayahnya bisa main, tapi gak hebat-hebat amat. Sekedar hobi gitu. Eh, si anak yang sering liat ayahnya main, pas lagi main malah buka papan catur,” tambahnya.

Hal ini kemudian membuat ayahnya jadi betah main catur bersama anaknya, Alivia. Sadar anaknya memiliki potensi, mereka lantas memasukkan ke Sekolah Olahraga Khusus Catur Negeri Sumsel. Sementara adiknya, Alicia menyusul kemudian ketika masih SMP.

Sementara si bungsu, Alisza Fitri Isnani (16) tidak ikut menapaki jejak kedua kakaknya untuk terjun ke dunia profesional. Namun untuk urusan catur, sebenarnya ia bisa mengimbangi pecatur lain meskipun belum pernah turun di kompetisi resmi.

Berkat hobi bermain catur tersebut, Alivia diumrohkan oleh Pemerintah Provinsi Sumsel di tahun 2013. Adiknya Alicia pun rencananya akan mendapat hadiah serupa.

“Namun kalau pulang ke rumah, mereka sekarang gak lagi nyenggol papan catur. Mereka kalau pulang maunya refreshing, gak mau lagi berfikir dan bermain catur,” pungkasnya.resha