Susupkan Atlet di Porprov, Diskualifikasi Menanti

Rapat Koordinasi pengurus KONI Sumsel dengan KONI Daerah untuk mensosialisasikan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XI 2017 Sumsel. Foto/Resha

Palembang – Perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XI 2017 Sumsel kali ini dirasa ketat. Lantaran krisis atlet, panitia harus perhatikan betul dengan kabupaten/kota yang akan berlaga.

Seperti masalah transfer atlet. Panitia yang dipegang langsung oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel, memperbolehkan atlet membela kabupaten/kota lain, asal ia berdomisili di wilayah Sumsel.

“Boleh saja, asalkan atlet itu dari wilayah Sumsel. Kalau diambil dari luar Sumsel, gak boleh,” ujar Ketua Panitia Persiapan Porprov XI 2017 Sumsel Dhennie Zainal, Jumat (3/2).

Ia juga menyiapkan “hadiah” jika ada pengurus kabupaten/kota yang nekat memboyong atlet dari luar Sumsel untuk bertarung. Tak tanggung, cabang olahraga tersebut langsung dimasukkan daftar black list.

“Kita akan langsung diskualifikasi. Cabor bersangkutan akan kita black list ga boleh bertanding lagi,” tegasnya.

Keputusan ini cukup beralasan. Sebab Porprov kali ini lebih mengutamakan pembinaan ketimbang prestasi. Pihaknya akan terus memantau beberapa kabupaten/kota yang masih coba menyusupkan atlet luar Sumsel.

“Oleh karena itu kita minta sportivitas dan kejujuran mereka dalam Porprov kali ini. Kita sudah beritahu, Porprov kali ini beda,” tukasnya. (korankito.com/Resha)