Seniman Palembang Pentas di Bandara dan Hotel

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Tegoeh.foto/ria

 

Palembang – Sebagai upaya mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Kota Palembang, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan Palembang bakal mementaskan para seniman asli Palembang di tempat strategis seperti Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dan perhotelan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Tegoeh mengatakan, penempatan para seniman asli Palembang ini merupakan hasil kerjasama Pemkot Palembang dengan pihak Angkasa Pura (AP). Nantinya, para seniman ini ditempatkan di salah satu sudut ruang tunggu keberangkatan penumpang di bandara.

“Sudah sejak satu minggu lalu. Di sana mereka memainkan musik dan menyanyikan lagu-lagu Palembang. Selain itu ada pementasan seni Palembang juga,” ujarnya, Jumat (3/2).

Kerja sama ini membuka peluang para seniman asli Kota Palembang untuk tetap bisa berkreasi. Ia mengatakan, pentas seni Palembang yang dilakukan setiap akhir pekan dan moment libur nasional ini, bekerja sama dengan Dewan Kesenian Palembang (DKP).
“Penampilan seni khas Palembang ini dilakukan di waktu arus penumpang meningkat seperti saat akhir pekan, libur hari besar. Sembari menunggu keberangkatan, para penumpang akan mendengarkan musik Palembang secara live,” jelasnya.

Selain di bandara, pihaknya segera bekerjasama dengan perhotelan di Palembang seperti Horison Ultima Palembang, Arista juga Santika. Pihaknya meminta pengelola hotel untuk menyiapkan ruang di lobi untuk penampilan para seniman Palembang.

“Terutama saat ada event khusus yang melibatkan hotel tersebut. Soal ada pendengarnya atau tidak, yang penting usaha kita untuk mengenalkan Palembang terutama para tamu luar wilayah Palembang dan Sumsel umumnya,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager SMB II Palembang Iskandar Hamid mengatakan, pihaknya siap mendukung program pemerintah untuk menampilkan lagu daerah Palembang di ruang tunggu keberangkatan. Para seniman berkesempatan tampil saat moment libur Imlek, minggu lalu.

“Ke depan bisa dibuat jadwal penampilannya, karena saat penumpang ramai itu di weekend atau libur nasional seperti Imlek, Lebaran, Natal atau pun libur tahun baru. Sejauh ini baru dilakukan saat libur Imlek akhir pekan lalu,” katanya.

Selain menyedikan tempat bagi seniman Palembang untuk mengenalkan musik asli Palembang, setiap harinya pihak management memutar lagu khas Palembang melalui audio yang bisa terdengar di setiap sudut bandara. Salah satunya lagu Gending Sriwijaya.

“Pengunjung sangat antusias. Selain itu, bagi warga asing hal ini bisa menjadi ingatan khusus saat kembali dari Palembang. Akan menambah pengetauan mereka tentang budaya Palembang dan juga menghibur ,” tukasnya.(korankito.com/ria)