Pemuda Loncat dari Ferry Ditemukan Sudah Jadi Mayat

 

MAYAT : Beberapa petugas Rumah Sakit Bhayangkara Palembang tengah memeriksa peti mayat Agus, pemuda yang loncat dari kapal Ferry di Pelabuhan Tanjung Api-Api, Jumat (3/2). Foto/Kardo

Palembang – Pria yang loncat dari kapal Ferry penyeberangan dari Pelabuhan Mentok, Pulau Bangka menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin pada 19 Januari 2017 ditemukan petugas Dit Polair Polres Banyuasin telah menjadi mayat, Jumat (3/2).

Kondisi mayat yang diduga bernama Agus itu nyaris tidak dikenali sebab sebagian tubuh sudah tidak utuh lagi dan saat ini korban masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.

Keterangan yang dihimpun Koran Kito menyebutkan, pemuda asal Pangkal Pinang tersebut nekat mengakhiri hidupnya loncat dari kapal Ferry sekitar satu jam sebelum kapal merapat di Pelabuhan Tanjung Api-Api. Ketika petugas Dit Polair Polres Banyuasin telah melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian namun korban tidak ditemukan.

Petugas Forensik Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri mengungkapkan, saat ini mayat korban tengah dilakukan pemeriksaan secara intensif. Dugaan sementara kondisi korban sudah menjadia santapan hewan air sehingga sulit untuk dapat dikenali. Namun dari identitas yang dikenakan diketahui korban adalah Agus. “Korban diduga sudah tidak dikenali lantaran telah menjadi santapan hewan yang ada di sungai dan pihak keluarga sudah kita hubungi,” ungkap Mansuri, Jumat (3/2).

Ia menjelaskan, tim forensik juga masi memeriksa gigi, jam tangan dan celana pendek korban. ‘’Identitas korban sudah kita ketahui, nanti sore akan kita kirim ke pihak keluarga yang ada di Pulau Bangka,’’ paparnya.

Sementara itu, kerabat korban yakni Eeng yang bersama-sama pergi dari Pulau Bangka menyayangkan aksi yan dilakukan kerabat dekatnya itu.  Menurutnya,  korban merupakan orang yang lugu dan pendiam. “Saya sedih pak, tidak menduga kalau korban (Agus-red) nekat mengakhiri hidupnya seperti itu,” kata Eeng.(korankito.com/kardo).