Minim Fasilitas Pendukung, Kawasan Agropolitan Gandus Tak Berkembang

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang Harrey Hadi.foto/ria

 

Palembang – Sejak dibuka tahun 2007 silam, sampai saat ini kawasan Agropolitan Gandus masih belum bisa berkembang. Hal itu dikarenakan belum adanya fasilitas pendukung di kawasan tersebut.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Harrey Hadi mengatakan, pengembangan kawasan Agropolitan Gandus bukan menjadi tanggung jawab pihaknya sendiri.

“Jika kita berbicara kawasan, pengembangannya harus melibatkan Dinas PU, PLN, PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) termasuk pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,” jelasnya usai kegiatan Festival Bunga dan Buah-buahan, di Kambang Iwak Family (KIF) Park Palembang, Jumat (3/2).
Ia berharap ada prioritas untuk penyediaan fasilitas di kawasan tersebut, jika memang ingin kawasan agropolitan berkembang. Diakui Harrey, saat ini pihaknya sedang berupaya membicarakan terkait fasilitas pendukung tersebut dengan dengan beberapa pihak terkait.  “Kemarin kita sudah berbicara dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumsel dan Dinas PU,” tuturnya.

Tahun 2018, Pemkot Palembang memprioritaskan pengembangan kawasan agropolitan ini. “Kita akan kembangkan seluruh buah-buahan dan tanaman di kawasan tersebut. Termasuk buah-buahan Sumsel yang saat ini sedang dikembangkan,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo menyampaikan, terkait pengembangan kawasan Agropolitan Gandus, akan terus diupayakan menjadi pusat pertanian di Palembang.
“Ini akan kita dorong, melalui Dinas Pertanian. Bahkan, lahan pertanian yang tersisa di Kota Palembang seluas 12.000 hektare, siap mewujudkan program swasembada beras, yang akan dibantu oleh Institut Pertanian Bogor (IPB),” terangnya. (korankito.com/ria)