Baru Lahir, Bayi Asal Palembang Ini Miliki Bobot 5,1Kg

Bayi Afzan yang dilahirkan dengan bobot 5,1 kilogram.foto/ejak

 

Palembang – Bayi buah hati pasangan suami-istri asal Palembang Afzan Ghifari El-Hafit yang memiliki bobot jumbo positif mengidap Diabetes Melitus (DM).

Fenomena kelahiran bayi raksasa cukup langka, namun kali ini pasangan Fitriyanti Anggraini dan Hafiz Asat dikaruniai seorang putra yang berbobot 5,1 kilogram (Kg) dan panjang 50 centimeter (Cm). Sayangnya, bayi yang menggemaskan ini sudah mengidap DM sejak lahir karena faktor keturunan. Alhasil bayi jumbo ini harus rutin memeriksakan kadar gula darahnya.

Kondisi bayi ini mengundang perhatian Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang langsung menyempatkan diri menjenguk di sela kesibukannya.

Wawako Finda takjub saat melihat bayi dengan berat di atas rata-rata itu yang sangat menggemaskan. Finda pun berdoa agar bayi jumbo yang lahir pada 2 Februari 2017 itu sehat selalu.

“Saya doakan semoga Afzan Ghifari El-Hafit (sang bayi-red) dan ibunya sehat selalu,” ujar Finda saat mengunjunginya di Rumah Sakit Anak dan Bunda Azzahra Grup Palembang, Jumat (03/02).

Finda terkejut saat mendengar bayi ini didiagnosa mengidap Diabetes Melitus (DM). “Saya menganjurkan kepada ibu-ibu di Kota Palembang yang sedang mengandung agar memeriksakan kandungannya secara rutin agar kesehatan janin dan ibunya tetap terjaga,” tambahnya.

Sedangkan ibunda Afzan, Fitri mengaku, bobot bayinya jauh dari bayi pada umumnya juga didasari karena dirinya mengidap diabetes dan diturunkan kepada tiga orang buah hatinya. Ia pun diwajibkan rutin untuk kontrol. Menurutnya, anak pertamanya ketika lahir berbobot 4,4Kg dan anak kedua 4,1Kg sedangkan yang ketiga ini 5,1Kg.

“Saya memang DM. Saya rajin kontrol ke dokter. Semaksimal mungkin saya memberikan ASI ekslusif pada bayi saya, agar kesehatannya diutamakan,” ungkap dia.

Sementara itu, dokter kandungan RSAB Azzahra, Zailani menuturkan, kelahiran bayi di atas 2,5 kilogram di Indonesia masuk dalam kategori jarang ditemukan apalagi sampai berbobot 5,1Kg.

“Indonesia itu rata-rata masuk dalam ras mongoloid. Artinya jika ada bayi lahir dengan berat badan di atas 2,5 kilogram, maka bayi tersebut perlu penanganan dan pemeriksaan khusus,” jelasnya.

Menurutnya, selain faktor ras, ada juga faktor lain yang mempengaruhi bobot bayi ketika lahir, yakni kesehatan orangtua dan unsur karbohidrat dalam tubuh ibu dan bayi. “Jika bayi berukuran di atas normal, maka berkemungkinan ibu bayi mengidap DM. Dan benar, ibu Fitri memiliki penyakit ini,” beber dia.

Ke depan, pihaknya akan melakukan program 1.000 hari pertama kelahiran. Hal itu dilakukan agar dapat mengontrol kesehatan dan melihat perkembangan bayi dan ibu. korankito.com/eja