250 Guru ASN Diperbantukan Belum Gajian

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto. Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 250 guru aparatur sipil negara (ASN) diperbantukan (DP) yang mengajar di SMA swasta di Palembang hingga saat ini belum terima gaji.
Salah seorang guru ASN DP di Kota Palembang yang tidak ingin disebutkan namanya menuturkan, dulu dirinya diangkat menjadi guru ASN DP sesuai dengan surat keterangan melaksanakan tugas (SKMT) yang ditanda tangani pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, bukan melalui sekolah sub-rayonnya. “Saya mendengar kabar katanya guru ASN DP harus mempunyai SKMT yang ditandatangani kepala sekolah sub-rayon, sedangkan saya dan rekan-rekan yang lainnya tidak punya. Ini yang membuat saya bingung, awal diangkat saya mengambil gaji di Disdik Kota Palembang dan baru beberapa tahun terakhir ini langsung ditransfer ke rekening. Kalau seperti ini nanti dimana saya akan mengambil gaji,” ungkapnya melalui ponselnya kepada koran kito.
Diakuinya, sampai saat ini dirinya belum menerima gaji, bahkan hal yang sama dirasakan oleh rekan seprofesinya.
Ia menjelaskan, bahwa ia dan rekannya yang lain sudah mengirimkan semua berkas yang diminta oleh Disdik sebelum peralihan. “Ya kami tidak tahu kalau ada kekurangan berkas atau kesalahannya. Sebab sampai saat ini tidak ada pemberitahuan yang jelas dari pihak terkait,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Kota Palembang Ahmad Zulinto mengklaim, mengenai guru ASN DP pihaknya telah menyerahkan semua berkasnya kepada pihak provinsi baik tenaga pendidik maupun pegawai ditingkat SMA/SMK
“Saya rasa tidak ada masalah, selama ini gaji guru ASN DP lancar-lancar saja dibayar oleh kami (Diadik Kota). Jika memang ada adminitrasi yang kurang silahkan pihak provinsi menanyakan ke kita (kabupaten/kota) agar bisa dilengkapi admisntrasi yang kurang tersebut,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Disdik Sumsel Widodo mengatakan, untuk disdik kabupaten/kota seperti Palembang dan Musi Banyuasin memang sedikit mengalami kendala admistrasi pada guru ASN DP, sehingga pencairan gaji guru tertunda dan belum bisa dibayarkan hingga saat ini. “Kita berharap, disdik kabupaten-kota untuk melengkapi adminitrasi yang terkendala itu agar gaji guru segera bisa dicarikan,” terangnya. (korankito.com/Eja)
(eja)