Bisa Dipercaya

Siraman Cuka Para Dibalas Bacokan Pedang

Tersangka pembunuhan Suryanto alias Yanto saat memperagakan adegan rekonstruksi.foto/kardo

 

Palembang-Suryanto (21) dan Dolly Danahu(19), meluapkan emosinya dengan berduel. Hasilnya, Danahu meregang nyawa sedangkan Suryanto meringkuk di sel tahanan. Aksi duel maut itu terjadi di Jalan Timur kecamatan Puncak Sekuning Palembang yang tidak jauh dari rumah mereka.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Handoko Sanjaya, pihaknya pada Kamis (2/2), mengelar rekonstruksi pembunuhan yang dipicu masalah pribadi.

Berita Sejenis

Kisah Anak Putus Sekolah Karena Biaya!

Dampak Gadget Bagi Pelajar

SFC ‘Galau’ Ikut Piala Presiden Atau Tidak

1 daripada 3.089

“Dalam rekon perkara kasus ini, pembunuhan bermotif masalah pribadi dan dendam lama. Pelaku menghabisi korban di adegan keenam dan kelima,” ujar Kapolsek, Kamis (2/2).

Dalam reka ulang diperagakan sebanyak sembilan adegan, dimulai dari tersangka Yanto keluar rumah untuk menemui Danahu sembari membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggang kiri. Kemudian saksi Diki bertemu Danahu dan menyuruhnya pulang.

Namun mereka keburu bertemu dan saat itu Danahu menyiramkan air keras atau cuka para kepada Yanto. Yanto pun mengambil parang dari balik bajunya lalu membacok leher Danahu.

Danahu tak tinggal diam. Ia merangkul Yanto dan kembali menyiramkan cuka para. Yanto pun tak kalah garang, pedangnya kembali ditusukan ke pinggang dan pelipis Danahu hingga terguling.

Melihat seterunya terkapar, Yanto pergi dan melompat ke sungai tidak jauh dari lokasi untuk membersihkan cuka parah. Setelah itu ia kabur meninggal senjata tajam yang dipakai melukai korban di lokasi kejadian.

Ayah Danahu, Kholidi (45)hanya bisa pasrah atas kematian anaknya. ” Untuk tersangka kami cuma berharap supaya dihukum seadilnya dan diberikan hukuman berat,” katanya.

Sedangkan tersangka Yanto mengaku keributan berawal dari korban yang mengajak adiknya untuk tawuran.

“Awalnya saya tidak senang dengan sikap korban. Saat sudah mukul saya pakai botol saya ladeni saja. Sehingga saya pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam dan korban menantang saya. Saat bertemu kembali langsung saya disiram pakai cuka para,” katanya.korankito.com/kardo