Bisa Dipercaya

Pembangunan Institut Olahraga Sumsel Belum Jelas

 

INSTITUT OLAHRAGA ; Direktur Kelembagaan KemenristekdiktiI Ridwan (Kiri) didampingi Kadispora Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo usai meninjau lokasi pembangunan Institut Olahraga Indoneaia di Jakabaring, beberapa waktu yang lalu. Foto/Resha

Palembang – Pembangunan Institut Olahraga Indonesia (IOI) di Sumatera Selatan (Sumsel) sepertinya akan alot. Soalnya keputusan rencana pembangunan dari Kementerian Riset dan Teknologi Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) hingga saat ini belum diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel Ahmad Yusuf Wibowo menjelaskan, keputusan tersebut mandek karena masih ada tiga opsi yang menjadi pertimbangan untuk dibangun di Sumsel. “Institut Olahraga dibawah Kemenristekdikti langsung, kemudian fakultas olahraga dibawah Dikti dan fakultas kepelatihan,” ucapnya, Rabu (1/2).

Menurut Yusuf, meski tiga opsi tersebut memberikan gengsi tersendiri bagi Sumsel yang mengedepankan sport tourisme, namun pihaknya sendiri lebih condong ke pembangunan IOI sendiri. Sebab, lembaga pendidikan olahraga setingkat institut belum ada di Indonesia. “IOI dong, kan sekelas institut belum ada di Indonesia,” terangnya seraya tertawa.

Padahal, diakuinya beberapa syarat administrasi dan lain-lain sudah dilengkapi. Sehingga mau tidak mau pihak Sumsel harus bersabar menunggu keputusan. “Belum sampai sekarang, kita tunggu saja,” pungkasnya.

Wacana pembangunan IOI sendiri muncul sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rencananya, akan didirikan lima program studi didalamnya seperti jurnalistik olahraga, manajemen olahraga, teknik olahraga, olah tubuh dan desain olahraga.

Sebelumnya, Direktur Kelembagaan Kemenristekdikti Ridwan telah meninjau langsung lokasi di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Selasa (24/1). (korankito.com/resha).