Penyerahan Berkas Perkara Dana Bansos, Ikhwanudin Absen

Petugas Kejaksaan Agung dan Kejati Sumsel saat memeriksa barang bukti kasus Bansos di Kejati Sumsel.foto/wahyu

Palembang – Satu dari dua tersangka kasus dana hibah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) 2013 senilai Rp2,1 triliun Ikhwanudin tidak memenuhi panggilan dalam proses penyerahan berkas perkara dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Palembang, Selasa (31/1).

Sedangkan tersangka lain yakni  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Laonma PL Tobing tiba di Kejati sekitar pukul 10.00 didampingi sejumlah pengacara. Selang beberapa saat kemudian tiga penyidik dari Kejagung tampak memasuki pintu utama kantor Kejati.
Sebelum masuk ruang utama Kejati, Laonma PL Tobing menyambut salam para jurnalis yang menantinya di depan pintu utama Kejati. Ia menjelaskan, dipanggil dalam rangka penyerahan berkas perkara penyimpangan danah hibah yang sudah P21 (lengkap) dari Kejagung ke Kejati. “Saya datang kesini dipanggil atas penyerahan tersangka dan berkas-berkas, dipanggil bersama Ikhwanuddin. Tetapi, yang bersangkutan sedang sakit, sehingga hanya diwakili lawyernya saja,” ujar Tobing menjawab pertanyaan pers dengan ramah.
Menurutnya, ia belum mengetahui prosedur dan apa yang akan dilakukan pihaknya saat penyerahan tersangka dan berkas nanti. Akan tetapi, ia bersama Ikhwanuddin akan mengikuti proses hukum selanjutnya. “Saya tidak mengerti, pemanggilan ini, sesuai dengan pemeriksaan beberapa waktu lalu oleh Kejagung soal bansos dan dana hibah yang mencapai Rp 2,1 triliun. Akan saya ikuti, kalau dipanggil akan datang. Langkah apa yang akan diambil kedepannya saya belum tahu dan belum memikirkan hal itu,” tutupnya.(korankito.com/denny)