Besok, E-Tilang Mulai Diberlakukan di Palembang

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Haris Batara.foto/deny

 

Palembang-Terhitung mulai besok Rabu (1/2), Satlantas Polresta Palembang mulai memberlakukan elektronik tindakan langsung atau e-tilang bagi pengendara yang melanggar aturan berlalulintas..

Sebelumnya, e-tilang sudah disosialisasikan dan ujicoba oleh petugas Satlantas Polresta Palembang kepada pengendara kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat yang melanggar.

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Haris Batara menjelaskan, tujuan diberlakukannya e-tilang untuk meminimalisir pungutan liar (pungli) di instansi kepolisian khususnya petugas Satlantas sendiri.

“Ini implementasi dari program nasional tentang penegakan hukum kepada pelanggar. Termasuk juga mencegah adanya pungli yang dilakukan anggota di lapangan,” kata Harris, kepada Koran Kito, Selasa (31/1) siang.

Menurutnya, dengan diberlakukannya e-tilang, proses hukum terhadap pelanggar lalulintas akan lebih cepat diselesaikan. Artinya, pelanggar tidak perlu menunggu waktu sidang untuk mengambil barang bukti.

“Dengan e-tilang, pelanggar tidak perlu mengikuti sidang di pengadilan. Cukup langsung bayar denda pelanggaran di bank, barang bukti yang disita petugas sudah bisa diambil,” ungkapnya.

Sementara itu, Bintara Urusan (Baur) Tilang Polresta Palembang Aiptu Supriyadi menjelaskan, proses e-tilang ini sendiri hampir sama dengan tilang biasa. Hanya saja, pelanggar akan diberi kertas tilang berwarna biru.

“Pelanggar akan diberikan kertas tilang warna biru, yang akan dibawa untuk pembayaran di bank. Nantinya, petugas akan menginput pelanggar melakukan aplikasi e-tilang,” jelasnya.

“Kemudian, akan keluar nomor register untuk digunakan saat pembayaran denda. Pembayaran juga dapat dilakukan di teller bank, ATM maupun SMS banking. Lalu, struk pembayaran diberikan kepada petugas untuk mengambil barang bukti,” terangnya.

Ia menambahkan untuk sementara ini, sistem tilang akan dilakukan dua opsi. Dimana pelanggar dapat memilih tilang dengan cara proses sidang pengadilan dan sistem e-tilang.

“Saat ini kita terapkan dua opsi penilangan. Sistem yang lama masih akan tetap dilakukan, diikuti juga dengan sistem e-tilang. Tinggal pelanggar yang memilih,” kata Supriyadi.

Dengan e-tilang ini, lanjut Supri, proses hukum akan lebih efisien waktu. “Kita harapkan demikian. Untuk masyarakat yang repot mengikuti persidangan bisa menggunakan e-tilang ini,” pungkasnya.(korankito.com/denny)