Walikota Lubuklinggau Perbaiki Jalan Negara dan Provinsi

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe saat meninjau langsung perbaikan jalan negara, Senin (30/1). Foto/Dhia

Lubuklinggau – Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe geram melihat kondisi jalan negara yang rusak, namun tak pernah direspon oleh pemerintah pusat. Ia pun akhirnya turun langsung memperbaiki jalan tersebut.

Walikota yang akrab disapa Nanan ini bersama pejabat lainnya, tampak turun langsung ke jalan untuk melakukan tambal sulam di Jalan Garuda didepan Pasar Kuliner Kota Lubuklinggau, Senin (30/1).

Menggunakan satu alat berat, aspal yang ditumpahkan di jalan berlobang diratakan untuk menampal jalan yang sudah lama dikeluhkan warga Kota Lubuklinggau.

“Terpaksa kita tangani sendiri, nunggu dari pemerintah pusat tidak pernah diperbaiki jadi terpaksa pakai ABPD kita sendiri. Dilaporkan sudah, disurati juga sudah 2 kali, tapi tidak ada respon,” kata Nanan kesal.

Dijelaskan Nanan, untuk perbaikan jalan negara tersebut, Pemerintah Kota Lubuklinggau terpaksa menggelontorkan anggaran sebanyak Rp 800 juta dari APBD Kota Lubuklinggau. Padahal, jika jalan itu diperbaiki oleh negara, anggaran tersebut bisa dialihkan untuk kegiatan lainnya.

“Mau bagaimana lagi terpaksa kita perbaiki sendiri. Jika harus nunggu tidak tahu kapan akan diperbaiki, sementara jalan semakin parah rusaknya. Masyarakat tahunya walikota padahal itu jalan negara bukan jalan kota,”terangnya.

Dijelaskan Nanan, pihaknya juga akan memperbaiki jalan provinsi yang mengalami kerusakan dengan APBD Kota Lubuklinggau. Pasalnya, baik pemerintah pusat maupun provinsi, belum melakukan perbaikan di daerah.

Terpisah,kepala D‎inas Pekerjaan Umum Kota Lubuklinggau Nobel Nawawi melalui Kabid Bina Marga, Ibrahim Atenen menerangkan, anggaran perbaikan dan peningkatan jalan ditahun 2017 jauh merosot dari sebelumnya.

“Itu disebabkan keterbatasan anggaran dan pemotongan Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat. Pada tahun 2016 anggaran jalan mencapai 72 miliar untuk 76 titik jalan. Tahun ini hanya 48 miliar,” kata Ibrahim.

Dijelaskanya, dana Rp 48 miliar tersebut akan digunakan untuk memberbaiki dan meningkatkan jalan di 23 titik yang menjadi prioritas. Saat ini sedang dalam proses persiapan lelang atau tender. (korankito.com/cr1/dhia)