Tertipu Rp 200 Juta Demi Anak Masuk PNS

Palembang – Niat hati menjadikan anaknya Pegawai Negeri Sipil (PNS), Helmi Bachri Azof (63) justru kehilangan uang sebesar Rp 200 juta, setelah ditipu oleh HD (61) yang mengaku dapat menjadikan seseorang menjadi PNS.

Kejadian itu akhirnya dilaporankan warga yang tinggal di Jalan RA Abusamah, Lorong Keluarga, Kecamatan Sukarami ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (30/1) sore.

Dihadapan petugas, korban menuturkan kejadian itu terjadi pada bulan Februari 2014 silam. Dimana ketika itu, Bachri ditawarkan oleh terlapor untuk memasukan anaknya menjadi PNS Dinas Perhubungan tanpa melalui tes.

Setelah melalui perbincangan yang panjang, korban dan terlapor menuai kesepakatan. Kemudian, Bachri memberikan uang sebesar Rp 200 juta di rumah HD di kawasan Lorong Satria II, Kecamatan Sukarami, Palembang.

“Dia itu meyakinkan kami, kalau nama anak saya beserta NIK sudah berada di dalam daftar dari pusat langsung. Makanya kami sangat percaya dengan perkataan dia,” ucapnya saat ditemui di SPKT Polresta Palembang.

Bahkan, ia tambah percaya setelah HD menunjukan bukti daftar data CPNS Pengangkatan Pusat yang direkomendasikan Menpan Tahun Anggaran 2014-2015, yang menyebutkan anaknya terdaftar jadi PNS Dishub OKI.

“Didalam kertas daftar itu, anak saya ada diurutan 25 atas nama Azmi Kandias dengan NIP 19831205 201401. Namun, setelah uang diberikan, anak saya sampai sekarang tak jadi PNS seperti yang dijanjikan,”tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Laporannya sudah kita terima dan akan segera kita lakukan penyelidikan,” katanya. (korankito.com/denny)