Mau Maling Motor Matic, Tertangkap Razia Polisi

 

Tersangka Musa dan Erwin ditangkap polisi lantaran membawa sangkur.foto/kardo

Palembang-Dua warga Desa Sungai Nibung, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Musa (27) dan Erwin (39), harus berurusan dengan polisi lantaran kedapatan membawa senjata tajam sangkur. Penangkapan dilakukan saat leduanya tengah berkeliling menggunakan Bentor di kawasan Simpang Suro, Kecamatan Ilir Barat (IB) II.

 

Saat itu kedua pelaku dihentikan anggota Polsek IB II yang tengah melakukan razia. Saat digeledah, petugas melihat ada senjata tajam di balik jaket tersangka Musa.

 

Ternyata Erwin pun kedapatan membawa senjata tajam yang diselipkan di pinggangnya. Di jok bentor, petugas juga menemukan satu buah kunci letter T.

 

Saat diamankan di Mapolsek IB ll Palembang, pelaku Musa mengaku sebelum berkeliling Kota Palembang untuk mencari mangsa, mereka terlebih dahulu menenggak minuman keras jenis tuak hingga mabuk.

 

“Saat itu kami sudah mabuk duluan agar berani, baru kami berkeliling Kota Palembang menggunakan bentor mencari mangsa tapi sudah ditangkap duluan karena bawa sajam,” ujar Musa, Minggu (29/1).
Pria yang pernah masuk penjara karena kasus pencurian ini berkilah nekat mencuri lantaran diajak oleh Erwin. Targetnya, mencuri sepeda motor di kawasan Tangga Buntung, Kecamatan Ilir Barat II.

 

“Barang bukti berupa pisau dan kunci letter T itu punya Erwin. Saya hanya ikut saja. Erwin juga yang bawa bentor dan saya duduk di dalam bentor,” katanya.

Erwin sendiri mengakui mereka memang berencana mencuri motor bebek jenis matic.

“Kunci Letter T itu memang digunakan motor bebek jenis matic karena mudah saat diambli,” ujarnya.

 

Kapolsek IB II Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kanit Reskrim Ipda Jhony Palapa mengatakan, kedua pelaku ditangkap di kawasan Simpang Suro saat petugas melakukan razia.

 

“Pelaku ini merupakan residivis dan sudah berulang kali masuk penjara. Untuk penemuan kunci letter T saat ini masih kita dalami apakah sudah ada laporan terkait aksi keduanya. Akibat perbuatannya, keduanya akan dikenakan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman lima tahun penjara,” pungkas Mayestika.(korankito.com/kardo).