Inilah Cara KONI Sumsel Agar Atlet tidak Pindah ke ‘Lain Hati’

Foto/dok

Palembang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan (Sumsel) siap gulirkan sejumlah program anyar untuk mengantisipasi agar atlet Bumi Sriwijaya tidak pindah ‘kelain hati’.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Samsu Ramel mengatakan, program baru tersebut untuk membentengi atlet agar tidak hijrah ke daerah lain lantaran tergoda dengan honor yang ditawarkan. Ia negaskan, krisis atlet lantaran kurangnya bibit  setidaknya jangan diperparah karena atlet yang telah dibina sampai dibajak daerah lain. “Sumsel harus punya program, sehingga dengan program itu pelatih dan atlet bisa terpantau dari sisi prestasi. Selain itu, bisa meminimalisir konflik antara KONI, pelatih dan atlet karena hal tersebut bisa juga mempengaruhi kepindahan atlet,” ucapnya, Ahad (29/1).

Ia mengatakan, program tersebut seperti Sumsel Bakin pada 2005, Sriwijaya Emas 2007, HPP pada 2011, pada 2013 dan 2014 ada Sriwijaya Cemerlang serta Sriwijaya Gemilang pada 2015 hingga 2016. ”Tahun ini harus tetap ada, tinggal namanya yang harus berbeda dari tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dalam program tersebut, diadakan beberapa pelatihan seperti Latihan pengembangan pelatih, try out, tes fisik dan tes pengembangan atlet, serta pembahasan sport science. Program tersebut bertujuan memberikan pembinaan pada atlet Sumsel agar selalu dibekali dengan kemampuan di bidang olahraga.

Selain itu, dengan adanya program tersebut KONI Sumsel bisa memberikan bantuan kepada atlet-atletnya. Termasuk pelatih, keduanya diberikan apresiasi dan bantuan agar mereka merasa berat untuk meninggalkan Sumsel jika telah memiliki kemampuan mumpuni sebagai pelaku olahraga.

“Minimal dengan adanya program kita bisa membantu dengan itu. Sebab alasan seorang atlet mau pindah itu banyak alasan. Tapi dengan adanya program dan kalibrasi dengan pemerintah ada jaminan jika atlet tersebut tidak pindah,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Sumsel Dhennie Zainal menegaskan, pada 2017 sudah dirancang terkait dengan program baru tersebut. “Sudah ada, tapi kita rahasiakan dulu ya. Kita fokus dulu pada Porprov November mendatang, tapi akan kita umumkan sebelum Porprov. Namanya sudah ada, pelaksanaannya pun akan sedikit berbeda dari yang sudah-sudah,” pungkasnya. (korankito.com/resha)