Begal Berpistol Gentayangan di Jalan Ahmad Yani Palembang

Arif (tengah), korban aksi begal berpistol di Jalan Ahmad Yani Palembang.foto/mbam

 

Jaket yang dikenakan Arif robek akibat tusukan bertubi-tubi pelaku begal.foto/mbam

Palembang-Begal bersenjata api dan senjata tajam (sajam) semakin brutal saat beraksi di Kota Palembang. Tengok saja yang dialami Arif Supriyanto (26), petugas keamanan media Harian Koran Kito. Ia harus kehilangan sepeda motor kesayangannya setelah seorang pelaku menodongkan pistol ke bagian perutnya, Jumat (27/1) malam.

Padahal sebelumnya, Arief berusaha melawan pelaku lainnya yang membawa senjata tajam. Meski berkali-kali dihujani tusukan, tubuh Arief hanya mengalami memar. Kondisi berbeda jika melihat jaket yang dikenakan Arif, jaket tersebut robek akibat beberapa tusukan yang dilakukan pelaku. Perlawanan Arief terhenti ketika pelaku lainnya menodongkan senjata api ke tubuh Arif.

“Alhamdulillah saya masih dilindungi Allah SWT, sehingga tusukan bertubi-tubi yang dilakukan pelaku tidak melukai tubuh saya tetapi hanya jaket saya yang robek,” ujar Arif.

Aksi begal yang dilami Arif terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Jumat (27/1) malam.  Kejadian ini kemudian dilaporkan Arif yang tinggal di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Palembang ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Di hadapan petugas, Arif menuturkan kejadiannya berawal ke ia hendak pergi bekerja dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol BG 5953 ABG. Ketika melintasi Jalan DI Panjaitan tepatnya di depan Lorong Jaya, seseorang minta tolong diantar ke SPBU.
“Dia menghentikan kendaraan saya, katanya mau ikut ke Pom Bensin Tangga Takat. Kerena kasihan, saya ajakl dia menumpang di motor,” ujar Arif saat ditemui di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang.

Sebelum sampai di tempat yang dituju, pelaku meminta Arif menghentikan motornya di tempat yang gelap dan sepi. “Pelaku yang saya bonceng langsung menikamkan senjata tajam bertubi-tubi ke badan saya secara membabi buta. Sekuat tenaga saya berusaha melawannya,” ujar Arif.
Melihat Arif tidak mempan ditikam, pelaku lainnya yang bersembunyi di balik pohon mendekat dan langsung menodongkan senjata api alias senpi. Merasa nyawanya benar-benar terancam, Arif pun harus menyerahkan barang-barang berharganya seperti ponsel, sepeda motor dan dompet ke kawanan pelaku.

Polresta Palembang sendiri begitu mendapat laporan adanya aksi begal langsung bergerak. Unit Tekab, Unit SPKT Polresta dan Unit Reskrim Polsek SU II Palembang mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban. Selanjutnya akan segera dilakukan penyelidikan. “Korban sudah melapor dan akan segera diselidiki, kami juga sudah mendatangi lokasi kejadian semalam,” katanya.(korankito.com/denny)