Bisa Dipercaya

Pasal Uang Trayek, Andi Dibacok Adik Ipar

Andi menunjukan luka akibat dibacok oleh adik iparnya sendiri. Foto/Denny

Palembang – Diduga ribut masalah uang trayek angkutan kota (angkot), Andi (30) dibacok oleh adik iparnya yakni Anton (28), di Jalan KH Azhari, tepatnya di bawah Jembatan Ampera, Kawasan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Kamis (26/1) sekitar pukul 16.00.

Atas kejadian itu, korban mengalami luka sabetan senjata tajam (sajam) di telapak tangan, telinga, dan punggung. Andi kemudian membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (27/1) sekitar pukul 10.00.

Berita Sejenis

Vendor ATM Dianiaya Atasan

Sedih, Minta Putus Gadis Cantik Malah Dianiaya Kekasih

Pelajar SMP Dikeroyok Enam ABG

1 daripada 32

Dihadapan petugas piket, korban menuturkan kejadian itu bermula saat ia bertemu dengan Anton, dan melarangnya untuk mengambil uang trayek angkot di kawasan Jalan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang.

“Memang awalnya saya yang menyuruh dia untuk meminta uang trayek disana, namun karena tidak lagi memberi uang, akhirnya saya suruh berhenti dulu,” jelas korban saat memberikan keterangan dihadapan petugas.

Terlapor yang tidak senang lantaran dilarang mengambil uang trayek itu dan dalam kondisi mabuk, langsung mengeluarkan sebilah pedang dan membacok korban. Beruntung, Andi sempat menangkis dan menghindar hingga hanya mengenai tangan, telinga dan punggung.

“Ketika hendak saya balas, ada anggota Lantas yang memisahkan kami. Kemudian saya dibawa kesini. Akhirnya saya membuat pengaduan atas perbuatannya,” tambahnya

Sementara itu, Kapolsek SU I Kompol M Khalid Zulkarnain mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera diproses. “Korban sudah membuat laporan dan akan segera dilakukan penyelidikan, termasuk memeriksa saksi-saksi,” katanya. (korankito.com/denny)