Takut Diperiksa, Seorang Pemuda Menjerit Histeris

Seorang pemuda menjerit histeris saat akan diperiksa polisi.foto/deny

Palembang- Seorang pemuda menjerit minta tolong saat diperiksa petugas razia gabungan di Jalan Ahmad Yani, tepatnya depan Kantor Camat Seberang Ulu (SU) II, Palembang, Rabu (25/1) malam.

Pemuda ini sebelumnya nekat menghindari razia yang dengan cara memutar balik kendaraannya. Namun, aksinya itu dilihat petugas sehingga dilakukan penghadangan.

Lantaran curiga membawa barang-barang terlarang, petugas bermaksud menggeledahnya. Namun, ia menolak diperiksa dan menjerit histeris minta tolong warga sekitar.

“Tolong, tolong, tolong,” ucap pemuda yang enggan disebutkan jati dirinya ini ketika dipegang petugas kepolisian yang hendak memeriksa dirinya.

Tak lama berselang, seorang lelaki dengan mengenakan jaket warna hitam dan topi warna merah mendekati pemuda itu dan mengaku sebagai kakak kandung dari pemuda yang berumur belasan tahun tersebut.

Setelah ditenangkan, pemuda yang mengenakan pakaian warna abu-abu ini akhirnya mau diperiksa oleh polisi. Namun, petugas kepolisian yang meggeledah tidak menemukan benda-benda terlarang yang dibawanya.

Dalam razia gabungan empat Polsek yakni Polsek SU II, Polsek Kertapati, Polsek Plaju, dan Polsek SU I Palembang, juga menemukan sepaket shabu-shabu yang tergeletak di jalan. Diduga, barang haram itu sengaja dibuang pengendara sepeda motor yang melihat adanya razia.

Razia yang digelar selama dua jam terhitung sejak pukul 22.00 hingga pukul 00.00 ini, mengamankan puluhan kendaraan roda dua yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat.

Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan membenarkan adanya pemuda yang menjerit isteris tersebut. “Iya, memang ada anak laki-laki yang menjerit saat diperiksa. Dia trauma karena sudah pernah menjadi korban begal, makanya dia menjerit-jerit seperti itu. Mungkin mengira akan dibegal lagi,” katanya.

Menurut Okto, razia yang digelarnya kali ini menindaklanjuti perintah Kapolresta Palembang untuk menggelar razia di zona empat, mengantisipasi terjadinya aksi tindak kriminalitas.
“Polsek-polsek dibagi menjadi empat zona, wilayah Seberang Ulu masuk di zona empat. Hasil razia semalam kita mengamankan 50 kendaraan roda dua yang tidak dimiliki kelengkapan surat-surat,” tambahnya.

“Kita juga mengamankan satu paket narkoba, namun tidak ada pemiliknya. Diduga, sengaja dibuang oleh warga yang melihat adanya razia yang kita gelar,” pungkas Okto.(korankito.com/denny)