SP2J Palembang Penetrasi Jargas ke Seberang Ulu

Direktur Operasional SP2J Kota Palembang Antoni Rais. Foto/trb ss

Palembang – Setelah melakukan perluasan jaringan gas (jargas) di wilayah Poligon, dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J) akan mengembangkan jargas ke wilayah Seberang Ulu. 
Rencana perluasan jargas di wilayah Seberang Ulu (SU) bahkan sudah dibicarakan dengan Wali Kota Palembang Harnojoyo beberapa waktu lalu. “Respon dari wali kota sangat baik. Karena pengembangan jaringan itu juga sebagai bentuk pemerataan pembangunan baik wilayah Ilir maupun Ulu. Karena selama ini perluasan jaringan masih diutamakan untuk wilayah Ilir,” ungkap Direktur Operasional SP2J Antoni Rais, Rabu (25/1).
Ia mengatakan, pemasangan jargas di Seberang Ulu tersebut merupakan usulan untuk bantuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. “Wacana awal wilayah yang akan digarap seperti di Plaju, Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2 dan Kertapati,” jelasnya.
Pihaknya melakukan pengajuan sebelumnya kepada kementerian. Hanya saja, karena ada perubahan struktur di kementerian, sehingga saat ini tertunda dan perlu peninjauan ulang dari SP2J. “Mengingat banyaknya permintaan pemasangan jaringan gas di lingkungan masyarakat kita inginnya segera. Nah, karena pemasangan di Seberang Ulu ini untuk bantuan dari kementerian, maka kita akan ajukan lagi di 2017 ini,” jelasnya.

Selain itu, SP2J pun menerima permintaan pemasangan jaringan gas kota dari masyarakat untuk wilayah perumahan Polygon. Hanya saja, pihaknya tidak bisa menjanjikan pemasangan lebih cepat dan butuh waktu terbilang lama. Pasalnya, pemasangan jaringan mesti melalui wilayah lain yang berdekatan.
“Pemasangan ke Polygon kita sudah terima pengajuannya. Namun, ini pasti membutuhkan waktu, sehingga masyarakat mesti bersabar,” ujarnya.
Lamanya pemasangan jargas ke wilayah Polygon disebabkan jaringan gas harus melalui wilayah perumahan lain sebelum dipasang di Polygon. Masuknya jaringan mesti melalui kawasan Bukit Lama untuk memasang jaringan di Polygon. “Tidak bisa sembarang pasang, misalnya di jalan. Harus lewat jalur yang benar,” terangnya.
(korankito.com/ria)