Manajemen Bantah Keuangan SFC Memburuk

Palembang – Lambannya manajemen Sriwijaya FC dalam belanja pemain, membuat publik bertanya-tanya terkait kesehatan keuangan tim. Sorotan publik menilai jika keuangan yang memburuk menyebabkan Laskar Wong Kito tersendat dalam membeli pemain.

Namun, hal ini dibantah manajer Sriwijaya FC Nasrun Umar. Menurutnya, saat ini keuangan manajemen dalam posisi yang cukup bagus. “Siapa bilang? Tim SFC sangat segar dari segi keuangan,” ujarnya ketika diwawancarai.

Lebih lanjut Nasrun menjelaskan, lambannya Sriwijaya FC dalam memanaskan bursa transfer pemain di Indonesia, lantaran menghormati etika klub lain. Beberapa pemain yang dibidik masih terikat kontrak dengan klubnya, sehingga manajemen lebih suka melakukan gerakan senyap tanpa gembar-gembor di awal.

“Boleh dicek dan dilihat itu. Tapi memang kita harus hati-hati dalam membeli pemain, semua ada strategi. Belum lagi misalnya ada yang mengundurkan diri, itu harus kita perhitungkan dengan matang,” lanjutnya.

Namun hal itu bisa dilihat pada apparel Sriwijaya FC musim depan. Munculnya lambang Tora Moka, salah satu perusahaan kopi sebagai sponsorship. Hal ini menandakan setidaknya nilai Rp4 miliar sudah masuk ke kas manajemen.

Belum lagi beberapa iklan kecil di baju tersebut yang kabarnya sudah meneken kontrak. Meskipun enggan membeberkan masalah nominal, namun harga yang ditawarkan juga tinggi mengacu pada harga untuk sponsor utama di depan jersey saja bisa sampai Rp4 miliar. (korankito.com/resha)