Krisis Ekonomi Bukan Alasan Kurangi Anggaran Kuliah Gratis

Pengamat pendidikan Mukhtaruddin Muhsin. Foto/Eja

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), sebaiknya jangan jadikan krisis ekonomi global, sebagai alasan pengurangan anggaran program kuliah gratis (PKG).

Hal ini diungkapkan oleh pengamat pendidikan Mukhtaruddin Muhsin. Menurutnya, adanya PKG ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tidak mampu dan sangat ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Dengan keadaan seperti ini seharusnya anggaran PKG ditambah bukan dikurangi. Saya pikir pemerintah menerapan program pendidikan gratis setengah hati dan ini juga terjadi pada kasus bidikmisi dimana mahasiswa diberikan biaya kuliah namun tidak mencukupi,” ungkap Mukhtaruddin melalui ponselnya, Kamis (26/01).

Seharusnya dana alokasi untuk bidang pendidikan lebih diutamakan dibandingkan dengan bidang lainnya. Sehingga, krisis ekonomi global bukan jadi alasan untuk mengurangi anggaran PKG yang notabene diperlukan masyarakat.

“Saat ini perekonomian kita memang sangat memperihatinkan, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah yang memiliki tanggungan anak yang sedang berkuliah. Banyak mahasiswa yang menunggak membayar iuran kuliah, bahkan sampai ada yang stop out,” terangnya.

Selain itu, setiap perguruan tinggi sebaiknya memiliki PKG atau pun program beasiswa sendiri, selain yang dicanangkan oleh pemerintah bagi mahasiswa yang pra sejahtera dan berprestasi.

“Jika kampus itu mempunyai PKG sendiri, maka juga dapat membantu mahasiswa lain yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (korankito.com/eja)