JPU KPK Temukan Fakta dan Bukti Baru di Persidangan Yan Anton

Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian menuju ruang sidang di Pengadilan Tipikor Palembang. Foto/Ria

Palembang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menemukan fakta dan bukti baru di persidangan kasus suap yang melibatkan Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian, dan akan segera menindaklanjuti temuan tersebut.

Fakta dan bukti baru yang terungkap di persidangan maupun dalam proses penyidikan, ungkap JPU KPK Pebi, berkat salah satu terdakwa Zulfikar, yang menjadi  menjadi justice collaborator karena berani dan mau bekerjasama untuk mengungkap fakta dan bukti dipersidangan.

Lebih lanjut dijelaskan Pebi, mengenai adanya nama-nama lain yang terkait dalam pusaran kasus suap Banyuasin ini, masih akan didalami lebih lanjut pada saat persidangan pokok Yan Anton Ferdian sebagai penerima suap.

“Kita akan kumpulkan fakta-fakta tetsebut dan kita laporkan dulu kepada pimpinan. baru kita ambil langkah selanjutnya,” ujarnya.

Pada pengungkapan ada beberapa terduga ikut terseret. Seperti pemberian kepada Ketua DPRD Banyuasin Agus Salam, terungkap juga dipersidangan, penyidik maupun JPU KPK dan menjelaskan semua yang dialaminya yang sebelumnya tidak diketahui.

“Terdakwa dianggap telah melakukan kerja sama. Jadi kita hanya menuntut dua tahun kurungan penjara,” ujarnya.‎ (korankito.com/ria)