Bisa Dipercaya

Empat Sekawan Begal Jalur Lintas Didor Petugas

Palembang – Empat anggota sindikat begal yang sering beroperasi di jalur lintas Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir ini harus mengakhiri aksinya usai diringkus petugas Subdit III/Jatanras Direskrimum Polda Sumsel, Rabu (25/1).

Keempat pasang kaki milik tersangka yakni Forzan Jaya, Jauhari, Mawan, dan Indra Wijaya, terpaksa dihadiahi timah panas akibat upaya melawan petugas saat ditangkap.

Berita Sejenis
1 daripada 35

Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Prasetijo Utomo mengatakan, jumlah komplotan tersebut sebenarnya enam orang. Sementara dua otak komplotan ini yakni Abu dan Sampurna masih dalam pengejaran serta masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Dari pengakuannya kepada petugas. Tersangka biasa beraksi dengan modus empat orang menggunakan dua motor. Mereka beraksi di jalanan yang cenderung sepi dan lurus, menunggu korban melintas kemudian memepet dan korban ditendang dari motor hingga jatuh,” ujarnya saat gelar perkara, Kamis (26/1).

Penangkapan keempat tersangka berawal dari dua laporan korban pembegalan yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Inderalaya Utara, Ogan Ilir, 15 Desember 2016, dan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, tepatnya di Jembatang Kurung, Kecamatan Indralaya, 15 Januari lalu.

Di setiap aksinya, para pelaku selalu menggunakan senjata api rakitan untuk mengancam dan menakuti korbannya. Bahkan salah satu korban, yang diketahui merupakan petugas Satpol PP Kabupaten Ogan Ilir, meninggal akibat diterjang pelaku dari atas motor.

“Dari pengembangan, ternyata komplotan ini telah melakukan tindakan begal sebanyak 11 kali, dari rentang waktu November 2016 hingga Januari 2017 dan mendapatkan 12 motor. Kejadian terakhir mereka berhasil merampas dua motor sekaligus,” terang Prasetijo.

Dari pengakuan tersangka, sebanyak 9 motor telah berhasil dijual. Setiap motor dihargai 2 juta hingga 2,5 juta. “Motornya dijual di Gelumbang, Muaraenim. Hasilnya di bagi rata. Jumlah kami enam tapi setiap beraksi cuma berempat,” ujar tersangka Forzan.

Dirinya pun mengaku, yang berperan sebagai otak pembegalan ini yakni Abu. Dirinya pun mendapatkan senpira yang digunakan di setiap aksi, dari pelaku Abu.

Polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu pucuk senpira, satu unit motor Honda Beat warna hitam dan satu unit motor Yamaha V-Xion dari aksi terakhir para pelaku yang belum sempat dijual.

Keempat tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan diancam dengan penjara diatas lima tahun penjara. (korankito.com/kardo)