Bisa Dipercaya

Dinas Kebudayaan Palembang akan Revitalisasi Museum SMB II

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sudirman Teogeh. Foto/Ria

Palembang – Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru lahir pasca  penyesuaian nomenklatur, Dinas Kebudayaan  Kota Palembang mulai menyusun program unggulannya. Salah satunya yakni yakni program revitalisasi total museum Sultan Mahmud Badaruddin II yang berada di jantung Kota Palembang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Teogeh yakni untuk melancarkan program di Dinas Kebudayaan Kota Palembang pihaknya mengusulkan dana bantuan APBN sebesar Rp6,5 miliar untuk merevitalisasi museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, tahun ini. “Untuk persiapan kita meramaikan perhelatan Asian Games 2018 upaya perbaikan museum itu dibutuhkan. Kebutuhan dananya sekitar Rp6,5 miliar,”ungkapnya, Rabu (25/1)

Berita Sejenis
1 daripada 2

Hanya saja kata dia, dalam mendukung Asian Games di Palembang anggaran pusat untuk bidang kebudayaan sangatlah minim. Tak hanya itu, usulan dana bantuan fisik itu pun dinilai sudah terlambat untuk APBN Induk 2017. “Kita telat mengajukan kan karena Dinas Kebudayaan Palembang sendiri baru terbentuk 2017 ini,”jelasnya.

Pihaknya berharap pemerintah pusat bisa melakukan penggeseran alokasi anggaran untuk program kebudayaan ini. Mengingat Museum SMB II cukup unik untuk didatangi pariwisata yang berminat pada bidang budaya dan sejarah. Menurut Sudirman uniknya museum SMB II itu yaitu bukan sekedar tempat menyimpan koleksi budaya dan sejarah tentang Palembang Darussalam, tapi juga karena bangunannya termasuk cagar budaya. “Beberapa hari lalu saya sudah paparan ke Kementerian Kebudayaan terkait hal ini, mereka mengakui soal minimnya anggaran kebudayaan untuk mendukung Asian Games,” katanya.

Dikatakannya, Dinas Kebudayaan Palembang sangat berharap ada jawaban yang menggembirakan dari pusat atas usulan tersebut. Turunnya dana bantuan itu juga diharapkan bisa cepat agar kondisi museum SMB II yang baru bisa dimanfaatkan saat Asian Games nanti. Dia meyakinkan saat Asian Games berlangsung, tamu yang datang ke Palembang bukan hanya untuk menonton pertandingan, mereka juga butuh berwisata. “Kita harus manfaatkan kesempatan itu untuk mengenalkan budaya dan sejarah kota ini melalui Museum yang sudah tampil indah, apalagi lokasi museum SMB II sangat strategis. Seharusnya, meski minim dana hasilnya tetap maksimal,”harapnya.

Salah satu staf Museum SMB II Palembang, Nyimas Ulfa menyebutkan, perharinya kunjungan museum bisa mencapai 100 orang. Kunjungan akan membeludak di musim libur sekolah ataupun digelarnya event nasional dan internasional di Palembang. “Pengunjung kita umumnya anak-anak sekolah, mereka datang dalam beberapa grup,”tukasnya. (korankito.com/ria)