Sidang Yan Anton Ferdian Diwarnai Aksi Demo

Yan Anton Ferdian saat hendak memasuki ruang sidang di Pengadilan Tipikor Palembang.foto/ria

 

Sekelompok massa menggelar unjuk rasa saat sidang korupsi dengan terdakwa yan Anton Ferdian.foto/ria

Palembang – Pengadilan Tipikor Palembang menggelar sidang suap dengan terdakwa Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian, Kamis (26/1). Sama seperti sidang yang pertama, sidang kedua ini masih dipadati pengunjung baik teman, kerabat dan keluarga dari terdakwa Bupati Banyuasin nonaktif Yan Anton Ferdian.

Persidangan diwarnai aksi sekelompok massa yang mengatasnamakan Barisan Masyarakat – Mahasiswa Peduli Banyuasin yang menggelar aksi damai di halaman Pengadilan Tipikor Palembang.

Koordinator aksi Legar Sebastian mengatakan, kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian membuktikan praktek korupsi masih marak terjadi. Praktek bagi-bagi uang fee proyek ijon di Dinas Pendidikan Banyuasin dalam perkembangannya menyeret nama-nama lain yang diduga terlibat dan ikut serta dalam praktek suap menyuap di Kabupaten Banyuasin.

“Bahkan dari keterangan saksi Merki Bakri menyebutkan ada aliran dana yang diperuntukkan untuk Ketua DPRD Banyuasin, dan Sekda Banyuasin,” ungkapnya.

Dengan tertangkapnya Bupati Banyuasin non aktif Yan Anton Ferdian beserta empat tersangka lainnya, pihaknya berharap kasus suap proyek ijon di Dinas Pendidikan Banyuasin bisa terungkap. Karena itu pihaknya mengajukan beberapa pernyataan sikap yakni mendukung Yan Anton Ferdian  untuk mengungkap secara transparan siapa saja yang terlibat, ikut serta dan menerima suap di Kabupaten Banyuasin.

“Kami mengapresiasi dan memdukung kinerja KPK yang telah melakukan OTT praktek suap di Kabupaten Banyuasin,” jelasnya.

Selain itu juga pihaknya meminta KPK, Polri dan Kejakgung memproses hukum dan menyeret tiga nama yang disebut Merki Bakri. (korankito.com/ria)